Operasi Besar Baznas Jateng, Rekrut Pendamping Produktif demi Tekan Kemiskinan

Rabu, 19 November 2025 | 23.24
Operasi Besar Baznas Jateng, Rekrut Pendamping Produktif demi Tekan Kemiskinan

TEGAL, puskapik.com - Upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah kembali digenjot. Baznas Provinsi Jawa Tengah menggelar seleksi pendamping mustahik produktif tahap dua di Hotel Premiere Tegal, Rab...

TEGAL, puskapik.com - Upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah kembali digenjot. Baznas Provinsi Jawa Tengah menggelar seleksi pendamping mustahik produktif tahap dua di Hotel Premiere Tegal, Rabu 19 November 2025, dengan melibatkan 145 peserta dari wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan dan Banyumas. Seleksi ini bukan sekadar proses administrasi. Pendamping yang terpilih nantinya akan berada di garis depan, mendampingi para penerima manfaat agar benar-benar bisa naik kelas, dari mustahik menuju muzaki. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan bahwa pemerintah kini ingin mengubah pola bantuan yang selama ini cenderung konsumtif. Bantuan produktif, kata dia, terbukti mampu menggerakkan ekonomi akar rumput. “Kalau pendampingnya kuat, penerimanya juga bisa kuat. Dari yang awalnya menerima, ke depan mereka justru bisa memberi,” ucap Iwanuddin. Iwanuddin mencontohkan praktik pemberdayaan di Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Sejumlah warga kurang mampu di bekali modal usaha hingga akhirnya memiliki usaha mandiri dan mempekerjakan warga sekitar. Menurut Iwanuddin, contoh semacam ini harus di perbanyak jika Jawa Tengah ingin keluar dari angka kemiskinan 9,48 persen. Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji, menjelaskan bahwa seleksi pendamping di gelar karena kualitas SDM menjadi penentu keberhasilan program pemberdayaan. Pendamping tak hanya mengawasi, tetapi juga mendorong perubahan ekonomi warga binaan. “Kita ingin pendamping yang semangatnya tinggi dan paham cara mendorong mustahik agar cepat mandiri,” kata Kyai Darodji. Baznas Jateng saat ini mencatat 16 ribu penerima pelatihan kerja dan lebih dari 14 ribu penerima bantuan produktif. Dengan pendamping baru yang lebih terlatih, program ini di harapkan mampu mempercepat transformasi mustahik menjadi pelaku usaha yang stabil. Seleksi pendamping dilakukan di tiga kota, yakni Surakarta, Tegal dan Magelang. Total, Baznas menargetkan merekrut 750 pendamping untuk memperkuat gerakan pemberdayaan di seluruh kabupaten kota. Selain penguatan pendampingan, Baznas Jateng juga mencatat kenaikan signifikan dalam penghimpunan zakat dan infak. Kini hampir seluruh daerah berhasil menembus angka di atas Rp 10 miliar, seiring meningkatnya dukungan kepala daerah dan kepercayaan publik. “Manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat. Itu yang membuat kepercayaan tumbuh,” ucap Kyai Darodji. **

Artikel Terkait