Mi Instan Rp 25 Ribu di PAI Tegal, Pembina Pokdarwis : Sewa Warung Tidak Sama

Senin, 22 September 2025 | 19.45
Mi Instan Rp 25 Ribu di PAI Tegal, Pembina Pokdarwis : Sewa Warung Tidak Sama

TEGAL, puskapik.com - Kasus viralnya harga mi instan Rp 25 ribu seporsi di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal kembali bergulir. Setelah pemilik warung Mamaz Kriewil memberikan klarifikasi, kini gilira...

TEGAL, puskapik.com - Kasus viralnya harga mi instan Rp 25 ribu seporsi di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal kembali bergulir. Setelah pemilik warung Mamaz Kriewil memberikan klarifikasi, kini giliran Pembina Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Cemara Bahari, Hadi Santoso angkat bicara. Hadi menilai perbedaan harga makanan dan minuman di kawasan wisata PAI dipengaruhi oleh besarnya biaya sewa warung yang juga tidak sama. Menurutnya, kondisi inilah yang membuat pedagang menerapkan tarif berbeda-beda. “Warung di sisi Barat hanya dikenakan sewa Rp 500 ribu per tahun. Sementara di sisi Timur, ada yang dibebankan sampai Rp 5 juta per tahun. Jadi wajar kalau harga yang ditawarkan berbeda,” jelas Hadi pada Senin 22 September 2025. Hadi menambahkan, di sisi Timur selain ada sewa lahan Rp1.000 per meter, pedagang juga harus membayar sewa kios. Ironisnya, banyak kios yang kondisinya sudah rusak bahkan tidak layak. “Semestinya pemerintah menyamaratakan harga sewa. Kalau memang sewa lahan, ya semuanya lahan. Jangan ada yang dibedakan,” tegasnya. Menanggapi viralnya keluhan warganet, Hadi mengaku sudah memberikan teguran kepada pemilik warung yang disebut dalam unggahan tersebut agar melakukan evaluasi. Namun Hadi juga mengingatkan, sebaiknya pengunjung melakukan klarifikasi langsung ke pedagang sebelum mengunggah ke media sosial. “Kalau merasa keberatan, seharusnya ditanyakan dulu kepada pemilik warung. Minimal minta penjelasan harga sebelum memesan. Jangan langsung diposting, karena dampaknya bisa ke pedagang lain juga,” ujar Hadi. Hadi menegaskan tidak semua warung di PAI mematok harga tinggi. Beberapa pedagang justru masih menawarkan harga yang relatif murah. Hadi lalu membandingkan pengalamannya saat berkunjung ke Ancol, Jakarta. Saat makan bersama keluarga lebih dari satu jam, Hadi diminta segera menyelesaikan agar pengunjung lain bisa bergantian. “Artinya, ada kesadaran dari pengunjung juga. Kalau terlalu lama, ya mungkin ada pesanan lain yang menunggu,” jelas Hadi. Dari polemik ini, Pokdarwis Cemara Bahari berharap Pemerintah Kota Tegal melakukan penyamarataan biaya sewa. Dengan begitu, harga makanan dan minuman di PAI bisa lebih seragam dan tidak lagi memicu polemik di kemudian hari. “Sebetulnya tidak semua pedagang mahal. Kalau sewa dan pajak bisa diseragamkan, otomatis harga jual juga bisa lebih seragam,” tutup Hadi. **

Artikel Terkait