Kabupaten Tegal 2025 Kemiskinan Turun Pengangguran Naik
Selasa, 16 Desember 2025 | 19.20

SLAWI, puskapik.com - Kabupaten Tegal mengalami fenomena menarik untuk korelasi antara tingkat kemiskinan dan pengangguran di tahun 2025. Pada umumnya, tingkat kemiskinan berbanding lurus dengan tingk...
SLAWI, puskapik.com - Kabupaten Tegal mengalami fenomena menarik untuk korelasi antara tingkat kemiskinan dan pengangguran di tahun 2025.
Pada umumnya, tingkat kemiskinan berbanding lurus dengan tingkat pengangguran. Namun, Kabupaten Tegal mengalami fenomena unik, dimana tingkat kemiskinan menurun, tapi tingkat pengangguran naik.
Hal itu disampaikan Bupati Tegal, H Ischak Maulana saat Sosialisasi Bangun Budaya Melek Data di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, Selasa 16 Desember 2025.
Kegiatan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal itu, bertemakan Sinergi Literasi Statistik, Desa Cantik, dan Sensus Ekonomi 2026”.
"Kemiskinan turun sekitar 0,65 point, tapi tingkat pengangguran justru naik. Apakah yang disurvai laki-laki semua?," tanya Bupati Ischak.
Sesuai data BPS Kabupaten Tegal pada Maret 2025, tingkat miskin turun dari 6,81 persem di tahun 2024 menjadi 6,16 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Tegal.
Sedangkan, jumlah tingkat pengangguran terbuka di tahun 2024 sebanyak 7,53 persen menjadi 7,61 persen.
"Saat ini, banyak laki-laki nganggur dan menjadi pamong praja. Artinya, papah momong mamah kerja," ujar Mas Ischak yang disambut tawa para peserta Sosialisasi Bangun Budaya Melek Data.
Bupati Ischak menilai bahwa peluang tenaga kerja dari investor yang masuk di Kabupaten Tegal, rata-rata membutuhkan tenaga kerja perempuan.
Kondisi itu membuat rasio kesempatan kerja laki-laki dan perempuan jauh berbeda.
"Dinas Prinaker mediatori perusahaan agar penyerapan tenaga kerja bisa berimbang antara laki-laki dan perempuan," pinta Mas Bupati Ischak.
Bupati Ischak juga menilai kesenjangan antara pendapatan laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga, juga jadi pemicu perceraian.
Termasuk di kalangan ASN yang juga banyak pengajuan perceraian yang mayoritas dari perempuan.
"Saya kalau ada pengajian cerai sering baca permasalahannya, terbanyak di Dikbud. Rata-rata faktor ekonomi, karena istri diangkat jadi PPPK, dan suami kerja swasta," terang H Ischak.
Bupati Ischak juga membeberkan faktor tingginya pengangguran di Kabupaten Tegal. Yakni, dampak penutupan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Danawarih yang membuat petani tidak bekerja.
Selain itu, PHK massal salah satu perusahaan di Kabupaten Tegal.
"Kemungkinan juga karena banyaknya perdagangan secara online. Mereka terlihat nganggur, tapi punya toko online. Seperti menjadi reseller, atau dagang online lainnya," pungkas Mas Ischak. **



