Jalan Balamoa-Kemantran Diperbaiki, Dianggarkan Rp20 M

Senin, 12 Januari 2026 | 10.54
 Sejumlah pekerjaan memperbaiki jalan Balamoa-Kemantran di Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)
Sejumlah pekerjaan memperbaiki jalan Balamoa-Kemantran di Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (Dok)

Preservasi Jalan Balamoa–Kemantran di Tegal mulai dikerjakan dengan anggaran Rp20,2 miliar dari APBN 2025 untuk meningkatkan kualitas jalan.

SLAWI, puskapik.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan preservasi Jalan Balamoa-Kemantran di Kabupaten Tegal, sejak beberapa pekan lalu. Proyek pemeliharaan jala tersebut dianggarkan sebesar Rp20,2 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025.

Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto mengatakan, berdasarkan data kontrak, pekerjaan ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Jawa Tengah, dengan penanggung jawab PPK 1.4. Kontrak pekerjaan bernomor HKO102-Bbpjn4.06.4/1JD.BK/2025-14 ditandatangani pada 22 Desember 2025 dengan nilai kontrak Rp20.216.701.000.

"Untuk pelaksanaan fisik, proyek dikerjakan oleh PT Beruang Banyak Sekali," kata Teguh, Senin 12 Januari 2026.

Baca Juga: Desa Wisata Muncanglarang Tegal, Suguhkan Keindahan Sindang Kemadu dan Telaga Kaliwangun

Menurut dia, konsultan supervisi dari PT Adhy Duta Prima KSO PT Indec Sementara Internusa. Masa pelaksanaan pekerjaan direncanakan selama 180 hari kalender, dengan target Provisional Hand Over (PHO) pada 19 Juni 2026. Setelah itu, pekerjaan masih akan memasuki masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.

"Dari sisi teknis, preservasi Jalan Balamoa-Kemantran mencakup penanganan sepanjang 3,48 kilometer," terang Teguh.

Jalan tersebut, kata dia, akan memiliki lebar badan 6 meter, dengan bahu jalan masing-masing 0,7 meter di kanan dan kiri. Jenis perkerasan yang digunakan adalah rigid pavement (beton), yang diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban lalu lintas dan usia layanan yang lebih panjang.

Baca Juga: 3 Poin Penting, Persibat Batang Tekuk Wijaya Kusuma Cilacap

Namun demikian, dalam pelaksanaannya proyek ini juga menghadapi sejumlah potensi kendala. Di antaranya terdapat utilitas kabel fiber optik (FO) di sepanjang ruas jalan yang harus ditangani secara hati-hati. Selain itu, faktor cuaca, khususnya hujan, berpotensi menghambat pekerjaan dan menimbulkan keterlambatan jika intensitasnya tinggi.

"Dengan dilaksanakannya preservasi ini, pemerintah berharap kondisi Jalan Balamoa-Kemantran semakin mantap, aman, dan nyaman dilalui, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya," pungkasnya. **

Artikel Terkait