Genangan Surut, Warga Krandon Tegal Tinggalkan Tenda Pengungsian

Jumat, 2 Januari 2026 | 13.16
Genangan Surut, Warga Krandon Tegal Tinggalkan Tenda Pengungsian

Puluhan warga Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, mulai meninggalkan tenda pengungsian pada Jumat pagi, 2 Januari 2026

TEGAL, puskapik.com - Puluhan warga Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, mulai meninggalkan tenda pengungsian pada Jumat pagi, 2 Januari 2026, seiring genangan air yang merendam wilayah tersebut berangsur surut.

Relawan BPBD Kota Tegal, Angel mengatakan, sejak Jumat dini hari warga yang sebelumnya mengungsi perlahan kembali ke rumah masing-masing.

Genangan yang terjadi sejak Selasa, 30 Desember 2025, kini telah menyusut dan memungkinkan warga beraktivitas kembali.

“Sejak Kamis, 1 Januari 2026, kondisi genangan memang mulai surut. Hari ini jalan utama maupun gang sudah bisa diakses, sehingga warga mulai pulang untuk membersihkan rumah,” ujar Angel.

Mayoritas pengungsi yang kembali ke rumah adalah perempuan dan anak-anak. Mereka memanfaatkan kondisi surut untuk membersihkan sisa genangan di dalam maupun teras rumah.

Meski demikian, Angel menyebut masih ada beberapa titik di Kelurahan Krandon yang tergenang air dengan ketinggian sekitar enam hingga 10 sentimeter.

“Beberapa RT masih ada genangan, terutama di gang-gang kecil dan wilayah yang dekat dengan jalur kereta api,” jelas Angel.

Adapun wilayah yang hingga Jumat pagi masih terdampak genangan berada di RT 02 hingga RT 06/ RW 04 serta RT 03 hingga RT 05/ RW 03.

Sementara itu, warga lanjut usia, Turyamah (70) mengaku telah meninggalkan tenda pengungsian sejak Jumat subuh dan memilih kembali ke rumahnya.

“Subuh tadi sudah pulang. Sekarang tinggal bersih-bersih saja. Di depan rumah masih ada genangan sedikit,” tutur Turyamah.

Turyamah berharap Pemerintah Kota Tegal dapat memberikan penanganan yang lebih optimal terhadap banjir maupun genangan yang kerap terjadi setiap tahun di wilayahnya.

“Kalau sudah Natal, tahun baru atau awal tahun, pasti seperti ini. Harapannya ada penanganan yang lebih baik supaya kami tidak terus-terusan terdampak sampai harus mengungsi,” kata Turyamah. **

Artikel Terkait