Dua Dapur SPPG di Kota Tegal Berhenti Layani MBG, Ketua Satgas Ungkap Penyebabnya
Rabu, 1 Oktober 2025 | 21.10

TEGAL, puskapik.com - Dua dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi atau SPPG di Kota Tegal berhenti beroperasi sehingga kini hanya tiga SPPG yang melanjutkan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi a...
TEGAL, puskapik.com - Dua dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi atau SPPG di Kota Tegal berhenti beroperasi sehingga kini hanya tiga SPPG yang melanjutkan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.
Dua SPPG yang berhenti yakni Margadana 1 Kecamatan Margadana dan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan. Keduanya terkendala masalah komunikasi dengan pihak yayasan pengelola.
Sementara tiga SPPG yang masih beroperasi adalah Margadana 2, Panggung dan Mintaragen.
Ketua Satgas MBG Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, memastikan pihaknya tetap mendukung kelancaran program nasional tersebut yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
"Kami sebagai bagian dari pemerintah pusat di daerah akan melakukan segala upaya untuk menyukseskan program MBG karena program ini bermanfaat bagi masa depan anak-anak kita," ujar Agus Dwi pada Rabu 1 Oktober 2025.
Menurut Agus Dwi, Pemkot Tegal melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas berperan dalam mitigasi dan pencegahan masalah yang dapat mengganggu pelaksanaan MBG, seperti risiko keracunan makanan.
Pemkot mengerahkan tenaga kesehatan mulai dari ahli gizi, kesehatan lingkungan hingga dokter untuk berkolaborasi dengan SPPG di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.
Agus Dwi menambahkan, edukasi kepada penerima manfaat juga terus dilakukan agar mereka lebih waspada terhadap makanan yang tidak layak konsumsi.
"Setidaknya anak-anak bisa mengenali bila ada makanan yang rasanya aneh. Jangan diteruskan, ini bagian dari deteksi dini untuk mencegah risiko," kata Agus Dwi.
Satgas MBG bersama Puskesmas juga melakukan monitoring rutin ke dapur SPPG untuk memastikan proses produksi hingga penyajian berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur Badan Gizi Nasional.
Tahap yang paling dianggap krusial adalah dari makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi.
"Kami terus memberikan penguatan agar penjamah makanan di dapur SPPG dapat mengantisipasi risiko yang tidak diinginkan," ucap Agus Dwi.
Sebagai langkah antisipasi, Satgas MBG telah mengoordinasikan seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Kota Tegal agar memiliki rencana kontinjensi jika terjadi kejadian luar biasa seperti keracunan makanan.
"Kami berharap tidak terjadi, tetapi tetap siapkan langkah kesiapsiagaan," kata Agus Dwi. **
Artikel Terkait

FOBI Kota Tegal Wakili Indonesia di Kejuaraan Barongsai Hainan Cina
Selasa, 6 Januari 2026

Pemkab Tegal Tetapkan Roadmap ETPD dan Luncurkan e-SPPT PBB-P2
Selasa, 6 Januari 2026

UPS Tegal Dukung Gebrakan Kemendiktisaintek
Selasa, 6 Januari 2026

Perumda Air Minum Tirta Ayu Targetkan 2.650 Sambungan Baru, Ini Lokasinya
Selasa, 6 Januari 2026