Bupati Tegal: Guci Aman, Terdampak Banjir Hanya di Area Pancuran

Senin, 22 Desember 2025 | 03.56
Bupati Tegal: Guci Aman, Terdampak Banjir Hanya di Area Pancuran

SLAWI, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Tegal bersama relawan dan masyarakat bergerak cepat gotong royoang membersihkan material di Pancuran 13 dan 5 Guci terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu 2...

SLAWI, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Tegal bersama relawan dan masyarakat bergerak cepat gotong royoang membersihkan material di Pancuran 13 dan 5 Guci terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu 20 Desember 2025. Bupari Tegal Ischak Maulana Rohman memonitor langsung proses pembersihan material pasca banjir di hulu Sungai Gung Minggu 21 Desember 2025. Bupati Tegal Ischak menegaskan dampak banjir yang terjadi Sabtu, 20 Desember 2025 hanya berpengaruh pada area Pancuran 13 dan Pancuran 5. Secara umum, kondisi Objek Wisata Guci tetap normal, aman, dan layak dikunjungi wisatawan. Bupati Ischak juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial karena  banjir hanya di hulu Sungai Gung, bukan di seluruh kawasan wisata. “Perlu kami tegaskan bahwa destinasi wisata di Guci tidak hanya Pancuran 13 dan Pancuran 5. Masih banyak pilihan lain yang tetap beroperasi dan aman, seperti GuciKu, Gulala, Guci Forest, Joglo Ageng, Asafana, dan destinasi lainnya,” ujar Bupati Ischak dari rilis yang diterima puskapik.com Terkait sumber air panas yang disalurkan melalui pipa-pipa dan sempat terbawa arus banjir, Bupati menjelaskan bahwa saat ini perbaiki sedang dilakukan dan akan segera tersambung kembali, sehingga dapat kembali dinikmati oleh wisatawan. Sementara itu, perbaikan bangunan Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari. Menjelang meningkatnya kunjungan wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Forkopimda juga telah menggelar rapat terbatas sebagai langkah antisipatif. Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri telah menyiapkan berbagai langkah preventif untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Kami akan terus melakukan monitoring, terutama terhadap debit air Sungai Gung, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah. Intinya, kami siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal bagi masyarakat yang berlibur ke Guci,” tegas Bupati Ischak. Disinggung mengenai kerusakan lingkungan di lereng Gunung Slamet, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Bersama Polres Tegal dan Kodim 0712/Tegal, pihaknya akan meninjau langsung ke kawasan lereng gunung serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat. “Pada tahun 2026, kami juga telah menganggarkan program penanaman kembali hutan di lereng Gunung Slamet sebagai upaya preventif agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya. Sementara itu, Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo menyampaikan bahwa Polri saat ini tengah melaksanakan Operasi Lilin Candi guna memberikan pelayanan dan pengamanan selama masa libur Nataru. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang bergotong royong membantu penanganan banjir di kawasan Guci. Senada, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono menegaskan komitmen Forkopimda untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga menyoroti maraknya informasi di media sosial yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, serta menegaskan bahwa Forkopimda akan menindak tegas segala bentuk pengrusakan lingkungan di hutan lindung lereng Gunung Slamet. “Kami memonitor pemberitaan di media sosial yang tidak sesuai fakta dan terkesan didramatisasi. Forkopimda berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal di lereng Gunung Slamet demi menjaga kelestarian alam dan kondusivitas Kabupaten Tegal,” tegasnya. Dengan berbagai langkah penanganan dan pengamanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan bahwa Objek Wisata Guci tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan siap menyambut wisatawan selama libur akhir tahun.***

Artikel Terkait