Banjir Rob di Muarareja, DPUPR Laporkan Kerusakan Pintu Air dan Usulkan Perbaikan Infrastruktur

Rabu, 8 Oktober 2025 | 18.00
Banjir Rob di Muarareja, DPUPR Laporkan Kerusakan Pintu Air dan Usulkan Perbaikan Infrastruktur

TEGAL, puskapik.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal bersama pihak Kelurahan Muarareja, meninjau sejumlah titik yang diduga menjadi penyebab banjir rob di wilayah RW 03 Kelurahan M...

TEGAL, puskapik.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal bersama pihak Kelurahan Muarareja, meninjau sejumlah titik yang diduga menjadi penyebab banjir rob di wilayah RW 03 Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat pada Selasa 7 Oktober 2025. Kegiatan peninjauan tersebut dihadiri petugas bidang PSDA DPUPR Kota Tegal, staf Kelurahan Muarareja dan Ketua RT 02/ RW 03, Edi Purnomo. Plt Kepala DPUPR Kota Tegal, Heru Prasetya menuturkan, kawasan RW 03 Muarareja berada di wilayah pesisir Utara Kota Tegal. Lokasinya berbatasan langsung dengan Laut Jawa di sisi utara dan Sungai Gangsa di sisi barat. "Di sini terdapat dua saluran drainase utama yang bermuara ke Sungai Gangsa dan ke Laut Jawa dengan lebar saluran antara satu meter di bagian hulu hingga enam meter di bagian hilir," ucap Heru pada Rabu 8 Oktober 2025. Dari hasil peninjauan, banjir rob di kawasan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kerusakan pintu air di muara Sungai Gangsa. Selain itu, tidak ada pintu air di muara pantai Laut Jawa dan belum ada groin atau sabuk pengaman pantai sepanjang 560 meter di tepi Pantai Muarareja. "Kerusakan pintu air dan tidak adanya sabuk pantai membuat air laut mudah masuk saat pasang tinggi. Ini memicu genangan rob di permukiman warga," kata Heru. Usulan Penanganan Banjir Rob Untuk mengatasi permasalahan tersebut, DPUPR Kota Tegal mengusulkan beberapa langkah perbaikan dengan estimasi kebutuhan anggaran. Perbaikan pintu air di muara Sungai Gangsa beserta bangunan pintu ukuran lebar dua meter dan tinggi dua meter sebanyak dua unit, termasuk pengerukan saluran selebar rata-rata 3,5 meter sepanjang 630 meter, membutuhkan biaya sekitar Rp 600 juta. Pembangunan pintu air di muara Laut Jawa dengan ukuran lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter sebanyak 2 unit, termasuk pengerukan saluran selebar rata-rata 3,5 meter sepanjang 535 meter, estimasi biaya mencapai Rp 800 juta. Sedangkan pembangunan seawall atau sabuk pantai di Pantai Muarareja Barat, Kecamatan Tegal Barat, dengan estimasi biaya Rp 42,7 miliar. "Proyek ini kami usulkan dalam Proposal Penanganan Rob Kota Tegal," jelas Heru. Sementara itu, Ketua RT 02/ RW 03, Edi Purnomo berharap agar usulan itu dapat segera direalisasikan mengingat banjir rob yang terjadi hampir setiap pasang laut tinggi telah mengganggu aktivitas harian warga. "Sudah bertahun-tahun kami hidup dengan kondisi seperti ini setiap ada pasang air laut. Semoga usulan dari hasil tinjauan bisa terealisasi," kata Edi Purnomo. **

Artikel Terkait