6 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif, Apa Kiat Sukses Kabupaten Tegal?

Rabu, 10 Desember 2025 | 22.56
6 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif, Apa Kiat Sukses Kabupaten Tegal?

SLAWI, puskapik.com - Kabupaten Tegal kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif di tahun 2025. Penghargaan tersebut telah diraih Kabupaten Tegal 6 kali berturut-turut. Penghargaan i...

SLAWI, puskapik.com - Kabupaten Tegal kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif di tahun 2025. Penghargaan tersebut telah diraih Kabupaten Tegal 6 kali berturut-turut. Penghargaan itu diterima langsung Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman didampingi Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tegal, Muhammad Faried Wajdy SSos MSi di Jakarta, Rabu 10 Desember 2025. Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman menyampaikan ucapan syukurnya atas penghargaan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif yang keenam kalinya. Prestasi tersebut tak lepas dari kerja keras para OPD yang selalu memunculkan inovasi baru. Namun demikian, keberhasilan itu juga tak lepas dari masyarakat Kabupaten Tegal yang mendukung program-program Pemkab Tegal. "Terimakasih kepada seluruh OPD dan masyarakat Kabupaten Tegal. Semoga prestasi ini bisa terus dipertahankan," kata Bupati Ischak. Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Tegal, Muhammad Faried Wajdy SSos MSi menjelaskan, Innovative Government Award (IGA) merupakan instrumen penghargaan nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan dan menerapkan inovasi daerah secara sistematis. Penghargaan IGA merupakan mandat sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. "IGA merupakan mekanisme evaluatif dan apresiatif untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah melaksanakan ketentuan PP Nomor 38 tahun 2017," terangnya. Dijelaskan, penilaian yang dilakukan, diantaranya kesesuaian inovasi dengan definisi, prinsip, dan tahapan inovasi daerah dalam PP 38 tahun 2017. Selain itu, keberhasilan inovasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peningkatan kualitas layanan publik, penguatan tata kelola, dan percepatan pembangunan daerah. "Penilaian lainnya, yakni keberlanjutan dan replikasi inovasi, sesuai mandat bahwa inovasi daerah harus dapat diterapkan secara berkelanjutan dan mendorong praktik baik antar-daerah," katanya. Lebih lanjut dikatakan, aspek-aspek yang dinilai, diantaranya kuantitas dan kualitas inovasi, dimana berapa banyak inovasi yang dilaporkan, serta seberapa matang perencanaan, mulai deskripsi, tujuan, pelaksanaan, dan output/outcome. Penilaiannya lainnya, kebaruan dan relevansi (inovatif vs adaptasi/adopsi), inovasi harus menunjukkan pembaruan atau adaptasi yang jelas. Jika mengadopsi ide dari luar, harus dijelaskan asal dan modifikasi agar relevan dengan kondisi lokal. "Terpenting, manfaat nyata bagi masyarakat atay pelayanan publik. Inovasi harus berdampak pada peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, kesejahteraan atau efisiensi bagi masyarakat," terangnya. Ditambahkan, keberlanjutan dan replikasi meripakan kemampuan inovasi dipertahankan (sustainable) dan dapat diadopsi atau ditiru oleh daerah lain. Tak hanya itu, kepatuhan administratif dan regulasi berupa inovasi harus sesuai regulasi. Termasuk dasar hukum seperti PP 38 Tahun 2017 plus pedoman teknis terkait. "Alhamdulillah, Ini tahun ke 6 berturut-turut kita masuk sebagai Kabupaten dengan kategori Sangat Inovatif," pungkasnya. **

Artikel Terkait