Satu Akun untuk Semua Layanan, Kemendikdasmen Sosialisasikan Rumah Pendidikan di Tegal

Sabtu, 20 September 2025 | 00.56
Satu Akun untuk Semua Layanan, Kemendikdasmen Sosialisasikan Rumah Pendidikan di Tegal

TEGAL, puskapik.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkenalkan super aplikasi Rumah Pendidikan kepada guru, tenaga kependidikan dan pengelola yayasan pendidikan ...

TEGAL, puskapik.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkenalkan super aplikasi Rumah Pendidikan kepada guru, tenaga kependidikan dan pengelola yayasan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMK di Kota Tegal. Sosialisasi yang berlangsung di Khas Hotel Tegal pada Jumat 19 September 2025 menghadirkan Staf Balai Layanan Platform Teknologi (BLPT), Ai Sri Nurhayati. Sri menjelaskan, Rumah Pendidikan merupakan langkah pemerintah menyatukan ratusan aplikasi layanan pendidikan yang selama ini terpisah. “Kalau diidentifikasi ada sekitar 900 aplikasi yang sudah dikembangkan Kemendikdasmen. Setelah diseleksi, ada 200 aplikasi inti yang kemudian diintegrasikan dalam Rumah Pendidikan. Jadi pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi berbeda-beda, cukup lewat satu pintu,” kata Sri. Rumah Pendidikan dirancang dalam tiga fase pengembangan. Pada fase pertama tahun 2025, platform ini berfungsi sebagai pusat informasi. Selanjutnya, fitur-fitur akan terus disempurnakan hingga mencakup delapan ruang layanan pendidikan. Beberapa aplikasi populer yang kini terintegrasi antara lain Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang berubah menjadi Ruang GTK, Arkas, Siplah hingga Lapor Pendidikan. Menurut Sri, Rumah Pendidikan sudah dilengkapi dengan sistem single sign-on (SSO) menggunakan akun belajar.id. Artinya, cukup dengan satu akun, guru maupun tenaga kependidikan dapat mengakses semua layanan yang ada. Selain itu, dukungan komunitas juga disiapkan agar tidak ada guru atau sekolah yang kesulitan mengaktifkan akun. “Di setiap provinsi hingga kabupaten atau kota sudah ada kapten dan co-kapten belajar.id yang siap membantu proses aktivasi,” ujarnya. Rumah Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga murid, orang tua, pemerintah daerah hingga mitra pendidikan. Dengan begitu, ekosistem pendidikan bisa lebih terhubung dalam satu platform. “Harapannya aplikasi ini bukan sekadar dikenal, tapi benar-benar digunakan dalam pembelajaran dan tata kelola pendidikan sehari-hari,” ucap Sri. **

Artikel Terkait