Open post

Dijadikan Istri Siri, TKW Ditipu Pria Brebes hingga Miliaran Rupiah

PUSKAPIK.COM, Brebes – Seorang pria di Brebes, Jawa Tengah ditangkap setelah dilaporkan mantan istri siri karena menipu hingga miliaran rupiah.

Tersangka M Yusuf Sudarsono (41), warga Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari Brebes ditahan karena melakukan penipuan dan penggelapan uang terhadap Nur Yuliati (32), warga Gebang Cirebon, Jawa Barat.

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto saat konferensi pers, Kamis, 30 Desember 2021 mengungkap, kejadian itu bermula pada 15 Juli 2020 lalu. Korban Nur Yuliati tengah pulang cuti dari Taiwan dan singgah di Fave Hotel Cikarang.

Pelaku Yusuf Sudarsono kemudian menjemput korban dan membawa ke sebuah hotel di Kecamatan Jatibarang Brebes. Sehari berikutnya, pada 16 Juli 2020 Yusuf meminta uang Rp2 miliar untuk modal bisnis sembako dan hasil bumi.

“Pulang dari Taiwan, korban dimintai uang oleh tersangka untuk modal usaha sembako dan hasil bumi. Uang itu katanya mau dikembalikan pada 5 Agustus. Oleh korban diberikan Rp2 miliar melalui transfer bank. Korban dijanjikan akan mendapat keuntungan dari bisnis ini,” kata Kapolres Brebes.

Selanjutnya, pada 17 Juli 2020, korban bersama tersangka melangsungkan nikah siri di hotel tersebut. Beberapa hari berikutnya pada 21 Juli 2020 tersangka meminta lagi uang sebesar Rp1 miliar dengan alasan untuk tambahan modal usaha. Uang itu diserahkan melalui transfer.

“Keduanya, antara pelaku sama korban, menikah pada 17 Juli dan setelah menikah pelaku minta uang lagi sebesar Rp1 miliar. Jadi total uang yang diserahkan Rp3 miliar,” lanjut Kapolres.

Hingga waktu yang dijanjikan yakni 5 Agustus 2020 uang pinjaman itu tidak dikembalikan. Pasangan nikah siri ini pun memutuskan untuk bercerai. Selanjutnya, Yuliati melaporkan masalah ini ke Mapolres Brebes.

“Yusuf ditahan karena dilaporkan oleh NY yang merasa ditipu,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, Yusuf dikenakan Pasal 378 tentang Penipuan dan 372 tentang Penggelapan. Ancaman hukuman dua pasal itu 4 tahun penjara.

Terpisah, Yusuf Sudarsono mengatakan, uang yang dipinjam dari Yuliati dipakai untuk membeli tanah di Desa Cimohong Bulakamba. Tanah itu dipakai untuk investasi salah satu perusahaan.

“Uangnya untuk membeli tanah di Desa Cimohong,”kata Yusuf Sudarsono.

Terkait pernikahan siri, Yusuf mengakui hal tersebut. “Saya memang pernah menikahi dia,” katanya.

Dalam menangani kasus ini polisi telah menyita barang bukti berupa bukti transfer, print out rekening koran, surat perjanjian pinjaman, dan slip transfer berbahasa mandarin.

Kontributor: Fahri Latief
Editor: Faisal M

Open post

Warga Pemalang Lakukan Penipuan dan Penggelapan di 6 Kota Berbeda dengan 14 TKP

PUSKAPIK.COM, Pekalongan – Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kesesi, Pekalongan mengamankan seorang terduga pelaku penipuan dan penggelapan. Terduga pelaku berinisial HH, 37 tahun, Direktur PT Pena Arta Mulia yang merupakan warga Desa Pegongsoran, Kecamatan/Kabupaten Pemalang ditangkap di Kampung Sawah Baru, Ciputat Tangerang Selatan, Selasa, 23 Maret 2021 sekitar pukul 09.00 WIB.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan korban, seorang Kepala Desa, Desa Mulyorejo, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Modus pelaku menawarkan mobil siaga kepada korban, namun setelah dibayar, tidak dikirim. Uang yang telah dibayarkan korban malah digunakan untuk keperluan pribadi.

Menurut Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP Akrom mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas diketahui pelaku melakukan perbuatan serupa di beberapa tempat. Di Kabupaten Brebes 4 TKP, Tegal 1 TKP, Pemalang 7 TKP, Kudus 1 TKP, dan Rembang 1 TKP.

“Saat ini terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Pekalongan guna untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, dan untuk mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP yang ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” kata Akrom.

Kontributor: Suryo Sukarno
Editor: Faisal M

Open post

Polres Batang Ungkap Penggelapan 11 Mobil, Satu Tersangka ASN

PUSKAPIK.COM, Batang – Aparat Satuan reserse kriminal (Satreskim) Kepolisian Resor (Polres) Batang, membongkar kasus penipuan dan penggelapan 11 mobil berbagai jenis dan merk.

Dua tersangka yaitu Reno /RMK (27) warga Kaliboyo, Kecamatan Tulis, Batang dan Sucipto/ SC (39) warga desa Siberuk, kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

“Modusnya mereka membujuk warga dengan iming-iming menyewa mobil dengan bayaran Rp 4 juta hingga Rp 4,5 juta per bulan,” kata Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka , Rabu 16 September 2020.

Dijelaskan, tersangka beralasan mobil itu untuk keperluan proyek PLTU Batang dengan dalih sudah dikontrak.
Lalu, belasan mobil itu justru digadaikan dengan kisaran Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

Adapun 11 unit mobil yang berhasil disita antara lain tiga mobil Avanza, satu unit mobil Agya, empat mobil Xenia, dua unit Sigra dan satu unit Rush.

Para tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.Tersangka utama RMK dan dibantu SC yang merupakan ASN di sebuah sekolah dasar negeri.

“Saya menawarkan untuk menyewa mobil kepada sejumlah orang tersebut. Setelah ada armada lalu saya gadai ke beberapa orang dengan harga bervariasi antara Rp 25 juta – Rp 30 juta per unit,” kata tersangka Reno.

Salah satu korban, Sugiyo (42), warga kecamatan Mandokan, Kabupaten Sragen menceritakan awal mulanya kenal dengan tersangka dari temannya.Lalu, berdalih untuk proyek PLTU, tersangka menyewa mobilnya dengan bayaran tiap bulan.

“Makin lama makin tambah hingga 16 mobil, ada mobil milik tetangga saya hingg adik saya yang disewa,” ucapnya.

Awalnya, pembayaran dari tersangka per bulan lancar, lalu mulai tersendat.Curiga, Sugiyo dan pemilik mobil lain pun menelpon PLTU Batang.”Ternyata tidak ada unit mobil yang dipinjam tersangka, digunakan PLTU. Lalu kami lapor,” jelasnya.

Kini masih ada lima mobil lagi yang belum ketemu, informasinya dua masuk gadai tiga belum ketemu.
Tersangka RMK mengakui menjanjikan sewa per bulan dengan menunjukkan surat asuransi untuk meyakinkan korban.
“Saya pakai bukti asuransi sebagai alat untuk meyakinkan,” katanya.

Kontributor : Suryo Sukarno
Editor : Amin Nurrokhman

Open post

Pinjam Uang Rp1,3 Miliar, Raja Keraton Agung Sejagat Kabur dari Kejaran Bank

JAKARTA (PUSKAPIK) – Toto Santoso, sosok yang mengklaim sebagai Raja Keraton Agung Sejagat ternyata memiliki catatan hitam. Pria yang mengaku bergelar Rangkai Mataram Agung itu kabur setelah meminjam uang Rp1,3 miliar ke bank.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran setelah adanya informasi bahwa Toto pernah tinggal di Jakarta Utara. Polisi kemudian menemukan lokasi yang dicari.

Dari situ diketahui bahwa Toto sempat mengontrak rumah di Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Berdasarkan penuturan ketua RT, Toto mengajukan pinjaman uang sebesar Rp1,3 miliar dari salah satu bank. Pengajuan pinjaman disetujui dengan agunan sebuah ruko di Jakarta Barat.

“Peminjamannya diketahui Ketua RT. Nggak lama dia kemudian meminta surat pindah, tapi nggak dikasih sama Ketua RT,” kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (16/1/2020).

Berdasarkan penuturan kepada polisi, ketua RT tak mengingatkan kapan peminjaman itu terjadi. Yang jelas, setelah Toto menghilang, ada dari pihak bank yang datang.

“Ketua RT tahu dan pernah didatangi pihak bank, yang intinya akan menagih utang kepada saudara Toto,” kata Kombes Pol Budhi.

Meskipun terbukti mangkir dan enggan bayar, tapi Polres Metro Jakarta Utara tak bisa menyelidiki kasus itu lantaran masuk ke ranah perdata, dan bukan kewenangan polisi. “Sampai saat ini belum kami terima kalau memang ada dugaan tindak pidana, kami tentu akan merespons,” kata Budi.(FM)

Scroll to top