Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Sugono Minta Pengelolaan Pancuran 13 Dikembalikan ke Pemkab Tegal

Rabu, 28 Januari 2026 | 15.37
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, KRT Sugono Adinagoro kunjungi obyek Pancuran 13 pascabanjir bandang di obyek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, baru -baru ini. (Dok)
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, KRT Sugono Adinagoro kunjungi obyek Pancuran 13 pascabanjir bandang di obyek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, baru -baru ini. (Dok)

Wakil Ketua DPRD Tegal berharap pengelolaan TWA Pancuran 13 Guci dikembalikan ke Pemkab agar air panas alami bisa dimanfaatkan gratis oleh masyarakat.

SLAWI, puskapik.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, KRT Sugono Adinagoro berhapan pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Pancuran 13 di obyek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, dikembalikan ke Pemkab Tegal. Hal itu dimaksudkan agar air panas alami di Pancuran 13 bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

"Kami prihatin dengan kejadian bencana banjir di Sungai Gung Guci. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali," kata Sugono, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PDI Perjuangan saat dihubungi Rabu, 28 Januari 2026.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal itu, sempat melihat langsung kondisi bencana banjir bandang di wisata Guci.

Baca Juga: Perbaikan Darurat Jalan Batunyana-Danasari Tegal Usai, Kendaraan Roda 4 Bisa Lewat

Dalam keprihatinannya, Gono bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya, ke Pancuran 13 yang kondisinya rusak parah.

Selain itu, kerusakan akibat banjir bandang Guci juga merusak wahana Pancuran 5, kolam renang Barokah, dan Hotel Wisata Guciku. Tak hanya itu, fasilitas umum berupa jembatan juga tersapu bersih banjir bandang.

"Ada tiga jembatan yang ambruk disapu banjir. Kami berharap segera dilakukan perbaikan agar akses masyarakat bisa kembali normal," kata Gono.

Baca Juga: Tumpukan Kayu di Pantai Larangan Tegal, Bukti Kerusakan Hutan di Lereng Gunung Slamet

Gono menegaskan, perbaikan infrastruktur mendesak dilakukan pemerintah, karena jembatan itu menjadi akses utama warga Guci dan Rembul dalam beraktivitas. Selain itu, jembatan juga akses perekonomian, pendidikan dan wisata.

"Informasinya, pembangunan jembatan akan menggunakan Dana Tak Terduga (BTT) bencana Pemprov Jateng," ujar Gono.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait