Angin Kencang Terjang 16 Rumah Warga di Warureja, PMI Salurkan Bantuan

Jumat, 6 Maret 2026 | 16.10
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyerahkan bantuan uang dan paket sembako kepada warga Desa Sukareja, Kecamatan Warureja terdampak angin kencang, Jumat, 6 Maret 2026.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyerahkan bantuan uang dan paket sembako kepada warga Desa Sukareja, Kecamatan Warureja terdampak angin kencang, Jumat, 6 Maret 2026.

PMI Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan uang tunai dan sembako kepada warga terdampak angin kencang di Warureja. Sebanyak 16 KK di dua desa menerima bantuan.

SLAWI, puskapik.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak musibah angin kencang di wilayah Kecamatan Warureja. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo pada Jumat, 6 Maret 2026.

Bencana angin kencang disertai hujan deras tersebut terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026 sore, yang mengakibatkan kerusakan pada bagian atap rumah warga di dua desa, yakni Desa Kendayakan dan Desa Sukareja.

Di Desa Kendayakan, bantuan diberikan kepada dua keluarga, yakni Dirno dan Tasripin di Dukuh Bandung RT 08 RW 04. Akibat kejadian yang berlangsung pukul 14.30 WIB tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp700.000.

Baca Juga: Langkah Pemprov Jateng Menjaga Ketahanan Pangan Menjelang Lebaran

Untuk membantu kedua korban, PMI menyerahkan bantuan berupa uang tunai total Rp500.000 beserta paket sembako.

Sementara itu, di Desa Sukareja, tercatat sebanyak 14 kepala keluarga (KK) di Dukuh Sukalila dan Pengasinan turut terdampak.

Angin kencang pada pukul 16.20 WIB telah menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 14 juta. Untuk meringankan beban para korban, PMI mendistribusikan uang tunai sebesar Rp4.500.000 dan 14 paket sembako.

Baca Juga: Karaoke di Kota Tegal Nekat Buka Saat Ramadan

Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo menyerahkan bantuan tersebut dengan disaksikan oleh staf Kecamatan Warureja, Kepala Desa setempat, serta relawan Sibat Kendayakan.

"Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerusakan atap cukup mengganggu aktivitas warga. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi warga yang terdampak," ujar Iman Sisworo.

Artikel Terkait