Teater “Blokeng” Bawa Atmosfer Satu Dekade Katasapa Purbalingga Berkarya Penuh Makna

Minggu, 15 Februari 2026 | 18.15
Teater Blokeng Purbalingga
Pementasan Teater “Blokeng”

Pementasan Teater “Blokeng” berhasil membawa suasana perayaan 10 tahun Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga Berkarya terasa istimewa.

PURBALINGGA, puskapik.com - Pementasan Teater “Blokeng” berhasil membawa suasana perayaan 10 tahun Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga Berkarya terasa istimewa.

Ya, pertunjukan yang digelar pada Sabtu 14 Februari 2026 malam di Bioskop Misbar, Kompleks Taman Usman Janatin ini sukses menyedot perhatian publik dan para pecinta seni.

“Blokeng” merupakan hasil adaptasi atau alih wahana dari cerpen karya sastrawan ternama Ahmad Tohari yang berjudul sama.

Baca Juga: Kapolres Pekalongan: Proyektil Asli dari Senpi, Tim Labfor Dalami Tipe Senjata

Cerita tersebut dikenal sebagai salah satu karya yang tajam dalam memotret kehidupan masyarakat.

Narasi cerpen itu kemudian diadaptasi menjadi naskah drama oleh Agustav Triono, yang juga menjabat sebagai Ketua Katasapa sekaligus sutradara pementasan.

Di bawah arahan Agustav, cerita “Blokeng” menjadi pertunjukan teater yang hidup, komunikatif, dan mengandung kritik sosial.

Pementasan ini berkisah tentang Blokeng, seorang perempuan “gemblung” dan tiba-tiba hamil.

Peristiwa itu memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Warga saling menduga dan berspekulasi tentang siapa yang menghamilinya.

Kegemparan tersebut menghadirkan pertanyaan yang lebih mendalam: siapa sebenarnya yang tidak waras Blokeng atau masyarakat yang sibuk menghakimi?

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait