Tabrakan Beruntun di Comal Pemalang Libatkan 6 Kendaraan

Senin, 22 Desember 2025 | 02.27
Tabrakan Beruntun di Comal Pemalang Libatkan 6 Kendaraan

PEMALANG, puskapik.com – Tabrakan beruntun melibatkan empat truk dan dua mobil penumpang terjadi di lampu merah Comal Blandong, Kabupaten Pemalang, Minggu 21 Desember 2025. Selain itu, sebanyak tiga k...

PEMALANG, puskapik.com – Tabrakan beruntun melibatkan empat truk dan dua mobil penumpang terjadi di lampu merah Comal Blandong, Kabupaten Pemalang, Minggu 21 Desember 2025. Selain itu, sebanyak tiga korban harus dilarikan ke rumah sakit. Insiden terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di ruas Jalan Pantura, tepatnya di traffic light Comal Blandong. Kepadatan arus kendaraan yang tengah berhenti di lampu merah diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak tabrakan. Kanit Gakkum Satlantas Polres Pemalang, Ipda Widodo Apriyanto, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan sejumlah kendaraan besar dan mobil penumpang. "Telah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan bermotor, di antaranya empat truk dan dua mobil penumpang," tutur Widodo, Minggu 21 Desember 2025. Akibat kejadian itu, tiga korban harus dilarikan ke rumah sakit dan saat ini masih menjalani perawatan di RS Siaga Medika Pemalang. Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan melalui proses penyelidikan. Kronologi Kejadian Tabrakan Beruntun Seorang saksi mata bernama Faza (42) menuturkan, kecelakaan diduga bermula dari sebuah truk bermuatan semen yang mengalami gangguan pengereman. Truk itu lalu menabrak kendaraan yang sedang berhenti di depannya. "Saya masih servis mobil di sini tadi. Untuk kejadiannya tadi, truk semen itu dari sana (timur), langsung nabrak mobil Brio. Mobil Brio itu nabrak Xpander. Setelah itu Expander nabrak truk, truk nabrak truk lagi," ungkapnya. Faza menyebut, saat itu kondisi lalu lintas sedang ramai karena kendaraan berhenti menunggu lampu merah. Ia menduga truk kehilangan kendali meski tidak melaju dengan kecepatan tinggi. "Mobil berhenti karena lampu merah. Pas lampu merah, ramai kendaraan. Ya, perkiraannya itu rem blong, truk semennya, nggak begitu kencang tapi menabrak lima kendaraan di depannya," tuturnya. Kendaraan Mitsubishi Xpander menjadi yang paling parah terdampak dalam kecelakaan tersebut hingga mengalami kerusakan berat. Meski demikian, seluruh penumpang di dalamnya selamat. "Satu keluarga sekitar empat orang. Tapi selamat, selamat semua," ungkapnya. Terpisah, Eko, pengemudi mobil Honda Brio G 1663 BH, mengaku saat kejadian dirinya tengah berhenti di lajur kanan lampu merah. Dari kaca spion, ia melihat sebuah truk melaju tak terkendali dari belakang. "Saya posisi lampu merah berhenti di sisi kanan. Lihat spion, kok truk nyamber-nyamber sampai naik trotoar. Saya langsung banting setir ke kiri," ujar. Namun upaya menghindar tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Truk tetap menghantam kendaraannya dan memicu tabrakan beruntun dengan kendaraan lain. "Ban depannya nabrak median jalan, masih jalan terus akhirnya nabrak saya. Saya sampai kelempar ke kiri, belakang-belakangnya tabrakan semua," jelasnya. Eko memastikan seluruh penumpang di mobilnya dalam kondisi selamat dan sudah dipulangkan ke rumah. Hal senada disampaikan Andre, penumpang mobil Mitsubishi Xpander G 1987 JH. Ia mengaku sempat tidak sadarkan diri setelah mobil yang ditumpanginya ditabrak truk. "Saya tidak tahu awal kejadiannya. Tapi, penumpang semuanya selamat. Rencana kami mau ke Pemalang. (Saya) sempat pingsan, sopir sempat terjepit namun sadar dan dibawa ke rumah sakit," ujar Andre. Pasca kejadian, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian sudah kembali normal, sementara polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan.***

Artikel Terkait