Operasi SAR Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditutup

Rabu, 7 Januari 2026 | 18.56
Operasi SAR Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditutup

Operasi SAR pendaki hilang di Gunung Slamet resmi ditutup setelah pencarian diperpanjang dua hari, namun korban belum ditemukan.

PEMALANG, puskapik.com - Operasi SAR pendaki Ridhan Ali Razan (18) asal Kota Magelang yang hilang di Gunung Slamet dinyatakan ditutup pada hari Rabu (7/1) sekitar jam 17.00. Penambahan dua hari operasi SAR para relawa survivor belum ada titik terang atau belum ditemukan.

"Tim yang tergabung dalam operasi SAR gabungan dengan tambahan dua hari pencarian sudah ditarik ke posko, mereka sebelumnya sudah melakukan pencarian hingga jalur Baturraden. Bahkan hingga operasi SAR gabungan ditutup korban belum ditemukan dan tidak ada titik terang, ujar Handika Hengki, Staf Operasi SAR, Basarnas Semarang, Rabu (7/1).

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Tegal Tangkap 2 Buruh Harian Lepas, Diduga Edarkan Narkotika

Ia mengatakan, tambahan hari untuk operasi SAR selama dua hari sudah dilakukan secara maksimal.

Bahkan para relawan mencari korban hingga ke lokasi lokasi yang sulit dijangkau, tetapi korban belum ditemukan.

Kondisi cuaca yang sering hujan dan badai pada siang hari menjadi kendala sendiri yang menyulitkan para relawan.

Meskipun demikian, mereka tidak menyerah terus melakukan pencarian hingga operasi SAR gabungan ditutup.

Baca Juga: Atasi Banjir Berulang, Pemdes Adisana Gandeng Pihak Ketiga Normalisasi Sungai Keruh

Meskipun sudah dinyatakan ditutup, tetapi pihaknya mempersilahkan para relawan melakukan pencarian secara mandiri tetap diijinkan.

Langkah yang dilakukan oleh tim SAR gabungan ataupun Basarnas yaitu tetap melakukan pantauan.

Dalam berita sebelumnya, operasi pencarian orang hilang di Gunung Slamet atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) asal Kota Magelang diperpanjang dua hari.

Baca Juga: Kunjungi SLB Mutiara Hati Bumiayu, Agung Widyantoro Borong Batik Ciprat

Perpanjangan operasi SAR atas permintaan keluarga dan pihak Pemerintah Kota Magelang dan disetujui oleh pimpinan Basarnas Semarang.

Ia mengatakan, permintaan penambahan waktu pencarian datang langsung dari pihak keluarga dan Pemkot Magelang.

Apabila diperpanjang, salah satu kendala yang dihadapi oleh tim SAR yaitu logistik dan mereka menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan operasi SAR dan mendapat persetujuan dari pimpinan Basarnas Semarang.

Ada sekitar 100 orang sukarelawan yang melakukan pencarian yang tergabung dalam tim SAR gabungan.

Mereka telah melakukan pencarian dari hari pertama hingga sekarang, area sapuan atau pencarian sedikit banyak mengacu pada lokasi lokasi yang dicurigai.

Pencarian dilakukan dari jalur Malang hingga jalur Cemara Sakti tetapi hingga berita ini diturunkan belum korban belum ditemukan. **

Artikel Terkait