Luapan Kali di Belik Pemalang Bukan Banjir Bandang

Minggu, 21 Desember 2025 | 04.06
Luapan Kali di Belik Pemalang Bukan Banjir Bandang

PEMALANG, puskapik.com –Meluapnya sungai di wilayah Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang usai hujan deras, Sabtu sore 20 Desember 2025, dipastikan bukan banjir bandang. Saat dikonfirmasi puskapik.com, ...

PEMALANG, puskapik.com –Meluapnya sungai di wilayah Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang usai hujan deras, Sabtu sore 20 Desember 2025, dipastikan bukan banjir bandang. Saat dikonfirmasi puskapik.com, Camat Belik, Muchammad Maksum, menegaskan luapan air tersebut adalah air bah yang terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Sebelumnya, hujan deras mengguyur kawasan Belik dan sekitarnya hingga menyebabkan debit air sungai meningkat tajam dengan gelombang besar. Salah satu titik yang terdampak cukup signifikan adalah Kali Rejasa di Desa Belik, Kecamatan Belik. Derasnya aliran air terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. "Air bah, bukan banjir bandang, air bah meluap, karena hujan lebat sehingga kondisinya seperti itu." terang Muchammad Maksum via seluler, Sabtu petang 20 Desember 2025. Muchammad Maksum menjelaskan, kondisi luapan air kali ini memang terbilang tidak biasa dibandingkan kejadian sebelumnya. "Baru kali ini kondisinya sampai seperti itu, sebelumnya tidak pernah. Mungkin karena hidrologi-nya tinggi. Dan ini Bukan hanya di Belik saja," imbuhnya. Meski demikian, pihak pemerintah kecamatan langsung mengambil langkah antisipasi. Camat Belik telah menginstruksikan seluruh kepala desa untuk meningkatkan pemantauan. "Saya sudah perintahkan Kades-kades untuk monitor agar rumah yang dekat sungai untuk sementara mengevakuasi dulu, menghindari hal yang tidak kita inginkan." jelasnya. Hingga Sabtu malam, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut seiring hujan yang telah reda. "Kondisi sekarang perlahan sudah surut. Hujan juga sudah reda. Untuk sementara ini belum ada laporan mengenai adanya korban atau bangunan rusak." tutur Muchammad Maksum. Camat Belik berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga lingkungan. **

Artikel Terkait