Kasus HIV Terus Naik, Pemalang Perlu Penguatan Pendampingan ODHA

Rabu, 3 Desember 2025 | 19.07
Kasus HIV Terus Naik, Pemalang Perlu Penguatan Pendampingan ODHA

PEMALANG, puskapik.com – Meningkatnya temuan kasus HIV/AIDS yang hampir menyentuh angka 1000 orang mengundang keprihatinan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Pemalang. LKK...

PEMALANG, puskapik.com – Meningkatnya temuan kasus HIV/AIDS yang hampir menyentuh angka 1000 orang mengundang keprihatinan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Pemalang. LKKNU menyerukan penguatan pendampingan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta pengawasan keluarga sebagai cara menyelamatkan generasi muda dari dampak pergaulan bebas. Hal itu diungkapkan Ketua LKKNU PCNU Pemalang yang juga anggota DPRD Pemalang, Ajeng Triyani saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Pemalang, Senin 1 Desember 2025. Ajeng Triyani menegaskan pentingnya pendampingan maksimal terhadap penderita HIV/AIDS, khususnya perempuan, ibu hamil, dan kalangan remaja oleh kader kesehatan. Pendampingan tidak hanya bertujuan mencegah penularan HIV/AIDS kepada orang lain, tetapi juga memastikan mereka tetap merasa diterima dan terlindungi secara psikologis. “Dan anak jangan terkena imbasnya, jangan sampai dia merasa sendiri, kemudian psikologisnya berdampak,” tutur Ajeng Triyani kepada puskapik.com. Ajeng Triyani mengingatkan bahwa pendampingan harus tetap mengedepankan privasi ODHA dan keluarganya, sehingga stigma dan tekanan sosial dapat diminimalkan. Diketahui, Dinas Kesehatan Pemalang mencatat sejak tahun 2003 hingga saat ini total 916 kasus HIV telah ditemukan di Pemalang dengan temuan kasus baru sebanyak 157 orang di tahun 2025. Lebih jauh, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti fenomena pergaulan bebas di kalangan pemuda yang menjurus pada seks bebas, bahkan hubungan sesama jenis. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam karena pernah ditemukan pelajar yang positif HIV/AIDS di Kabupaten Pemalang. “Mau dibawa kemana masa depan kita nanti kalau ternyata penerus-penerus kita ini banyak jadi korban atau pelaku perilaku menyimpang itu,” tegasnya. Ajeng Triyani menilai pengawasan keluarga berperan penting dalam mencegah perilaku negatif remaja, sebagai lingkungan terdekat yang menjadi benteng pertama pembinaan perilaku. “Pergaulan bebas itu kuncinya keluarga, harapannya kita bisa menciptakan baiti jannati di rumah masing-masing. Lingkungan itu sangat berpengaruh,” ungkapnya. Terakhir, Ajeng Triyani berharap bahwa peringatan Hari HIV/AIDS tidak berhenti pada agenda seremonial, namun harus menjadi momentum memperkuat komitmen penanganan. “Hari HIV AIDS jangan seremoni belaka, harapannya persoalan-persoalan semacam itu terus ditangani, terus dikasih perhatian,” tegasnya. Ia menekankan bahwa masa depan Pemalang bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, perlindungan, edukasi, dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Artikel Terkait