Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Jateng Ramah Investasi

Sabtu, 20 Desember 2025 | 00.40
Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Jateng Ramah Investasi

PEMALANG, puskapik.com –Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berkomitmen menjaga iklim investasi yang aman, sejuk, dan kondusif di wilayah Jawa Tengah. Dia meminta para investor tidak perlu khawatir ter...

PEMALANG, puskapik.com –Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berkomitmen menjaga iklim investasi yang aman, sejuk, dan kondusif di wilayah Jawa Tengah. Dia meminta para investor tidak perlu khawatir terhadap persoalan keamanan maupun praktik premanisme yang kerap menjadi kekhawatiran dalam dunia usaha. Hal itu disampaikan oleh Ahmad Luthfi saat menghadiri peresmian PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Desa Kabunan, Taman, Kabupaten Pemalang, Jumat 19 Desember 2025. Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah memiliki iklim keamanan dan ketertiban yang terjaga. Pemerintah provinsi, bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota, berkomitmen penuh untuk memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi setiap pelaku usaha. “Tidak ada yang namanya premanisme. Kalau di sini ada premanisme, yang salah bukan kapoldanya tapi gubernurnya,” kata Ahmad Luthfi. “Sehingga saya bertanggung jawab bersama seluruh bupati dan wali kota, saya jamin kepastian, tidak ada premanisme,” lanjutnya. Selain aspek keamanan, Ahmad Luthfi juga menegaskan kemudahan dalam proses perizinan investasi. Sistem Pelayanan Terpadu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu untuk memangkas birokrasi dan memberikan kepastian waktu bagi investor yang ingin menanamkan modal. “Nggak ada itu meja satu, meja dua, meja tiga, nggak ada itu di kita. One gate system kita,” terang Ahmad Luthfi. Ahmad Luthfi juga menyebut keunggulan sumber daya manusia di Jateng yang sangat kompetitif, sebagai modal penting dalam mendukung pertumbuhan investasi, khususnya sektor industri dan padat karya Menurut Ahmad Luthfi, pembukaan kembali pabrik di Pemalang ini sejalan dengan strategi penguatan sektor padat karya yang didukung oleh keberadaan sekolah vokasi serta balai latihan kerja. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran. “Serapan tenaga kerja Jawa Tengah saat ini tertinggi di Pulau Jawa,” ujarnya. Data hingga triwulan III 2025 menunjukkan realisasi investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp 66,13 triliun atau sekitar 84,42 persen dari target tahunan. Dari capaian tersebut, penyerapan tenaga kerja tercatat lebih dari 326 ribu orang, memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia.***

Artikel Terkait