Warna-warni Pakaian Adat Nusantara Semarakkan Upacara Sumpah Pemuda di Pemalang

Rabu, 29 Oktober 2025 | 03.33
Warna-warni Pakaian Adat Nusantara Semarakkan Upacara Sumpah Pemuda di Pemalang

PEMALANG, puskapik.com – Suasana halaman Pendopo Kabupaten Pemalang tampak semarak pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diikuti ratusan pemuda, Selasa 28 Oktober 2025. Mereka mengenakan pak...

PEMALANG, puskapik.com – Suasana halaman Pendopo Kabupaten Pemalang tampak semarak pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diikuti ratusan pemuda, Selasa 28 Oktober 2025. Mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Pemandangan penuh warna itu menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari kebaya khas Jawa, ulos Batak, hingga pakaian adat Papua tampak berjejer di barisan peserta. Keberagaman busana itu mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan. Peserta upacara berasal dari pelajar SMA, mahasiswa, serta berbagai organisasi kepemudaan di Kabupaten Pemalang. Mereka berdiri dengan penuh khidmat mengikuti jalannya upacara, menunjukkan antusiasme untuk memperingati momentum penting bagi sejarah bangsa Indonesia. Ragam pakaian adat yang dikenakan peserta menjadi simbol kuat bahwa kebinekaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk terus menjaga persatuan Indonesia. Dalam upacara itu, Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes tampil menjadi inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, kata dia, musti menjadi momentum refleksi dan kebangkitan generasi muda untuk terus berkontribusi membangun bangsa melalui karya dan integritas. Semangat perjuangan pemuda tak boleh padam meski zaman telah berubah. Tugas pemuda masa kini sudah berbeda dari masa perjuangan kemerdekaan. “Dulu pemuda mengangkat bambu runcing, kini pemuda mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran namun semangatnya tetap sama,” ujarnya. Nurkholes juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, pemuda harus tetap berpegang pada nilai kejujuran dan semangat juang untuk menjaga martabat bangsa. “Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah. Dunia bergerak cepat, tapi kita tidak boleh takut. Di setiap kampung, di setiap kota, pasti ada anak muda yang jujur itulah kekuatan bangsa kita,” tegasnya. Lebih lanjut, Nurkholes menekankan bahwa pemerintah membutuhkan pemuda yang patriotik, gigih, dan mencintai tanah air dengan nyata mereka yang berani berdiri meski badai datang. Selain upacara bendera, semarak peringatan Sumpah Pemuda juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada juara umum POPDA 2025 dari berbagai jenjang pendidikan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan semangat juang pelajar Pemalang. **

Artikel Terkait