Tak Hanya di Keluarga Miskin, Stunting Juga Mengancam Anak Orang Kaya
Minggu, 12 Oktober 2025 | 00.28

PEMALANG, puskapik.com – Selama ini anak stunting sering dianggap identik dengan keluarga miskin yang kekurangan gizi dan nutrisi. Namun faktanya, anak-anak dari keluarga kaya pun tak luput dari ancam...
PEMALANG, puskapik.com – Selama ini anak stunting sering dianggap identik dengan keluarga miskin yang kekurangan gizi dan nutrisi. Namun faktanya, anak-anak dari keluarga kaya pun tak luput dari ancaman stunting.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang, Hadi Sucahyo. Menurutnya, ada banyak faktor penyebab anak mengalami stunting atau gagal tumbuh.
Faktor-faktor tersebut mulai dari asupan gizi yang tidak seimbang, pola makan yang keliru, hingga pola asuh yang kurang tepat. “Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah pola asuh,” tutur Hadi, belum lama ini.
Hadi menuturkan, pihaknya pernah menemukan kasus anak dari keluarga berada mengalami stunting. Padahal secara ekonomi, keluarga tersebut tidak kekurangan apapun.
“Bapak ibunya orang pintar, pendidikan tinggi, orang kaya. Kalau bicara nutrisi enggak kurang, bicara pengetahuan juga mahir,” jelasnya.
Namun, karena kesibukan orang tua, sang anak akhirnya diasuh oleh asisten rumah tangga atau neneknya. Pola pengasuhan seperti ini, kata Hadi, kerap berujung pada minimnya perhatian terhadap kebutuhan gizi anak.
“Kalau diserahkan ke mereka, biasanya yang penting anaknya diam, enggak rewel,” terangnya.
Alhasil, ketika anak sulit makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, hal itu tidak diupayakan untuk diperbaiki. “Kalau anaknya suka makan kerupuk sama kecap, ya kerupuk sama kecap terus,” imbuhnya.
Hadi Sucahyo menyebut kondisi ini musti menjadi keprihatinan bersama khususnya para orang tua, karena menunjukkan bahwa stunting bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga kesadaran dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, hingga Agustus 2025 tercatat sekitar 8.700 anak stunting atau 11,3 persen dari total anak di daerah itu. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pendataan mencapai 95 persen. **
Artikel Terkait

Sterilisasi Ketat GPU Kajen, Polres Pekalongan Pastikan Natal Bersama Aman

Kepesertaan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Pekalongan Sarankan Daftar Mandiri

Warga dan Polres Pekalongan Gelar Kerja Bakti Rampungkan Jembatan Trajumas-Bodas
