Pelatihan Barber di Batang Buka Peluang Usaha Bagi Warga Lokal

Selasa, 2 September 2025 | 03.58

PUSKAPIK.COM, Batang - Pelatihan singkat atau short course di bidang potong rambut (barber) diadakan oleh Disnaker Kabupaten Batang. Program ini dirancang untuk membuka peluang usaha sekaligus menyiap...

PUSKAPIK.COM, Batang - Pelatihan singkat atau short course di bidang potong rambut (barber) diadakan oleh Disnaker Kabupaten Batang. Program ini dirancang untuk membuka peluang usaha sekaligus menyiapkan keterampilan praktis bagi warga lokal agar tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan ekonomi daerah, termasuk kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pelatihan ini berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2025, dengan kombinasi materi kelas dan praktik langsung. Dalam waktu 11 hari dengan jumlah 20 peserta. Instruktur Potong Rambut Sumardi mengatakan, bahwa hari ini menghadirkan potong rambut gratis untuk umum supaya memberikan lebih percaya diri untuk memotong rambut, meskipun hasilnya masih dalam tahap belajar. “Bagi pemula memang tidak gampang, tapi ini memang harus kita paksakan supaya bisa. Mereka harus yakin mereka bisa. Walaupun belum sempurna, sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. mereka sudah berani memotong rambut dengan percaya diri,” katanya saat ditemui di Aula Disnaker Kabupaten Batang, Senin (1/9/2025). Pelatihan barber ini tidak hanya mengajarkan teknik dasar memotong rambut, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa profesi barber berbeda dari tukang pangkas rambut biasa. “Peserta dikenalkan pada fundamental barber, mulai dari jenis peralatan, teknik penggunaan, hingga manajemen pelayanan. Mereka tahu cara motong, tapi tidak tahu standard service. Mereka tahu produk, tapi belum paham bagaimana menghadapi pelanggan. Itu yang kita ajarkan how to handle guest, komunikasi, sampai teknik pelayanan,” jelasnya. Para peserta juga dilatih keterampilan komunikasi untuk menghadapi berbagai tipe pelanggan. Misalnya, bagaimana menangani klien yang hanya menjawab “terserah, Mas” ketika ditanya model potongan. Sumardi juga mengajarkan cara menggunakan contoh model dari gawai agar komunikasi lebih jelas dan hasil potongan sesuai harapan. “Kalau tidak percaya diri saat memotong, pasti salah. Jadi kita ajarkan juga agar mereka bekerja secara profesional, mulai dari preparation, setup, sampai after-service. Karena kita ini sebenarnya pekerja seni. Medianya bukan kanvas, tapi kepala yang sangat sensitif,” ungkapnya. Ia juga menyebutkan, peluang usaha di bidang barber sangat besar, seiring pertumbuhan penduduk dan perumahan baru di Batang. Semua orang butuh potong rambut, minimal sebulan sekali. Satu komplek bisa ada ribuan laki-laki, peluangnya besar sekali. “Meski pelatihan ini tidak sepenuhnya terkait dengan industri di KITB seperti las atau jahit, barber tetap menjanjikan,” ujar dia. Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga membangun kepercayaan diri peserta. Peserta dilatih untuk membentuk mental picture agar yakin saat memotong, karena rambut adalah bagian sensitif bagi setiap orang. Sumardi berharap, dengan adanya pelatihan ini barber-barber muda yang siap mengisi kebutuhan pasar lokal. Lebih dari sekadar profesi, barber dipandang sebagai salah satu jalan membangun kemandirian ekonomi warga di tengah pesatnya pertumbuhan Batang. **

Artikel Terkait