Fatayat NU Pemalang Perkuat Peran Kader PMBA untuk Tekan Angka Stunting
Minggu, 5 Oktober 2025 | 00.21

PEMALANG, puskapik.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pemalang terus digencarkan Fatayat Nahdatul Ulama melalui orientasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) terhadap kader-kadernya. P...
PEMALANG, puskapik.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Pemalang terus digencarkan Fatayat Nahdatul Ulama melalui orientasi Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) terhadap kader-kadernya.
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pemalang menggelar orientasi di Aula Gedung PCNU Pemalang, Jalan Pemuda, Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang, Sabtu 4 Oktober 2025.
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peran Kader PMBA dalam Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting” ini merupakan program kerja sama Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah dengan UNICEF dan Tanoto Foundation.
Orientasi kader PMBA itu dibuka secara langsung oleh Wakil Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Tengah sekaligus Manajer Program Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting, Umi Hanik.
Hadir pula narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Hadi Sucahyo yang memberikan materi pelatihan teknis.
Umi Hanik menuturkan, kegiatan ini merupakan kali ketiga yang digelar Fatayat NU. orientasi kali ini berfokus pada penguatan kapasitas kader Fatayat NU dalam upaya menekan angka stunting di Pemalang.
“Harapannya, kader Fatayat hingga tingkat bawah bisa memberikan edukasi kepada ibu hamil maupun ibu baduta minimal satu pesan pencegahan stunting,” jelasnya.
Selain itu, para kader diminta aktif memantau kondisi gizi baduta di lingkungannya. Mulai dari mengajak ke posyandu, hingga mengecek kecukupan Makanan Pendamping ASI (MPASI) mereka.
"Minimal 1 kader monitoring 1 ibu hamil atau ibu baduta di lingkungannya, diajak ke posyandu, ditimbang, beri vaksin, cek apakah MPASI-nya sudah sesuai apa belum." terangnya.
Melalui orientasi PMBA ini, Fatayat NU Pemalang berkomitmen memperkuat peran kader PMBA agar menjadi garda terdepan dalam mendukung percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Pemalang.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pemalang, Siti Muyassaroh, mengungkapkan, selama ini kader-kadernya ikut terjun langsung dalam upaya penanganan stunting, mengingat masih tingginya prevalensi stunting di Pemalang.
"Sudah ada sekitar 4.500 ibu hamil dan baduta yang sudah kami data, kita beri edukasi tentang ASI ekslusif, MPASI, pola asuh 1000 hari pertama kehidupan." terangnya.
Fatayat NU Kabupaten Pemalang juga membentuk duta stunting sebanyak 34 pelajar SMA untuk mensosialisasikan bahaya pernikahan dini yang disebut menjadi salah satu faktor penyebab anak stunting.
Sebagai informasi, berdasarkan Data Dinas Kesehatan ada sekitar 8.700 anak stunting (11,3%) per-Agustus 2025 lalu di Kabupaten Pemalang dengan data partisipasi masyarakat sebesar 95%. **
Artikel Terkait

Sterilisasi Ketat GPU Kajen, Polres Pekalongan Pastikan Natal Bersama Aman

Kepesertaan Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Pekalongan Sarankan Daftar Mandiri

Warga dan Polres Pekalongan Gelar Kerja Bakti Rampungkan Jembatan Trajumas-Bodas
