Cegah Longsor, TNI-Polri dan Warga Karangdadap Pekalongan Bangun Tanggul Sungai Kupang

Polri, TNI, dan warga Desa Pangkah bergotong royong membangun tanggul darurat 15 meter di Sungai Kupang cegah longsor susulan.
PEKALONGAN, puskapik.com – Personil gabungan dari Polsek Karangdadap, TNI, bersama warga Desa Pangkah menunjukkan aksi nyata kepedulian lingkungan. Mereka turun langsung ke aliran Sungai Kupang di Dukuh Kebondalem untuk membangun tanggul darurat sepanjang 15 meter guna mengantisipasi ancaman longsor yang lebih luas.
Kegiatan kerja bakti ini merupakan respons cepat atas musibah longsor yang sempat mengikis bantaran sungai pada pekan lalu. Dengan semangat gotong royong, puluhan karung berisi pasir dan tumpukan bambu disusun sedemikian rupa untuk memperkuat struktur tanah di pinggir aliran sungai.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, melalui Kapolsek Karangdadap AKP Sumianto, yang memimpin langsung jalannya kerja bakti, menyatakan bahwa langkah ini sangat mendesak dilakukan mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Banjir Rendam 1.600 Hektar Sawah di Kendal, Ratusan Hektar Gagal Panen
"Hari ini kami bersama rekan-rekan TNI dari Koramil, Pemerintah Desa, dan warga setempat melaksanakan pembuatan tanggul sementara. Area ini terdampak longsor pada Rabu pekan lalu, sehingga jika tidak segera kita tanggul menggunakan karung pasir dan cerucuk bambu, dikhawatirkan abrasi sungai akan semakin mendekati pemukiman warga," ujarnya.
Pengerjaan tanggul sementara ini difokuskan pada titik paling rawan di Rt. 09 Rw. 04 Desa Pangkah. Pantauan di lokasi, anggota Polri dan TNI tampak bersama warga untuk memasang patok bambu sebagai penahan beban.
"Kami memasang tanggul sepanjang kurang lebih 15 meter. Material yang digunakan adalah bambu sebagai penguat dan ratusan karung berisi pasir. Ini adalah upaya preventif agar aliran Sungai Kupang tidak terus menggerus tebing sungai saat debit air naik," jelas Kapolsek.
Baca Juga: Langkah Pemprov Jateng Pulihkan Duka Penyintas Bencana
Hadirnya elemen masyarakat, diapresiasi oleh pihak kepolisian. Kepala Desa Pangkah, Hj. Kholidah, bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Doni Andrianto dan Babinsa Peltu Wahidin Bakri, turut aktif memastikan distribusi material berjalan lancar.
"Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kemanusiaan. Kami ingin memastikan warga merasa tenang meski tinggal di dekat aliran sungai. Sinergitas TNI-Polri dan masyarakat seperti inilah yang menjadi kunci penanganan bencana yang efektif," pungkas AKP Sumianto.


