Boneka Mistis Brendung dari Pemalang Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Kamis, 9 Oktober 2025 | 02.30
Boneka Mistis Brendung dari Pemalang Diusulkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang tengah mengusulkan kesenian Brendung dari Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Kesenian tradisional...

PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang tengah mengusulkan kesenian Brendung dari Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Kesenian tradisional yang menampilkan boneka mistis ini menjadi salah satu dari 58 usulan WBTB Provinsi Jawa Tengah kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2025. Pembahasan usulan WBTB dari berbagai daerah, termasuk Kesenian Brendung Pemalang itu digelar di Hotel Sutasoma, Dharmawangsa, Jakarta, Selasa 7 Oktober 2025. Dalam forum itu, pelaku budaya Brendung dari Desa Sarwodadi Kecamatan Comal turut hadir langsung untuk mempresentasikan keunikan tradisi yang telah turun-temurun tersebut. Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang, Dhiana Putry Larasaty, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil sidang penetapan WBTB. “Pembahasan usulan semua provinsi di Indonesia berlangsung sejak Minggu, 5 Oktober hingga 10 Oktober 2025, termasuk dari Pemalang,” ujar Dhiana kepada puskapik.com, Rabu 8 Oktober 2025. Rencananya, sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Kebudayaan akan digelar pada Jumat 10 Oktober 2025. “Kami mohon doa seluruh warga Pemalang, semoga Kesenian Brendung dari Desa Sarwodadi lolos menjadi WBTB Indonesia,” imbuh Dhiana. Sebagai informasi, Kesenian Brendung sendiri merupakan satu-satunya tradisi khas nan unik yang masih bertahan di Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Inti pertunjukannya terletak pada Boneka Brendung, yang terbuat dari tempurung kelapa sebagai kepala dan bambu sebagai tubuhnya. Boneka ini dihias menyerupai sosok wanita cantik yang dipercaya perwujudan bidadari oleh warga setempat. Pertunjukan seni tradisional Boneka Brendung itu sarat unsur magis. Tradisi Brendung biasanya digelar sebagai ritual penolak bala atau untuk memohon hujan ketika musim kemarau panjang melanda. Dalam pertunjukannya, ada empat hingga enam perempuan yang bertugas sebagai pelantun tembang, sementara sosok pemimpin ritual disebut Mlandang. Mlandang berperan utama memainkan Boneka Brendung sekaligus menjadi pusat kendali pertunjukan. Empat orang lainnya memegang tali dari berbagai sisi agar boneka tidak terlepas. Ketika sang Mlandang berhasil “memasukkan” roh halus ke dalam boneka, Brendung akan menari-nari sendiri seolah ingin terbang, menjadi momen yang paling dinanti penonton. Ritual dan kesenian ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga simbol hubungan spiritual masyarakat Desa Sarwodadi Kecamatan Comal dengan alam dan leluhur. Dengan pengusulan ke daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia, harapannya kesenian Brendung tetap lestari dan dikenal luas oleh generasi mendatang. **

Artikel Terkait