Setahun Holopis Kuntul Baris

Senin, 23 Februari 2026 | 12.44
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemoen
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maemoen

Setahun kepemimpinan Jateng usung kolaborasi “Holopis Kuntul Baris”. Investasi naik, kemiskinan turun, bencana ditangani gotong royong lintas sektor.

Oleh : Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah

JAWA Tengah ora nduwe gubernur? Bisa jadi pertanyaan atau sindiran yang belakangan ramai di medsos itu betul. Kalau yang dimaksud adalah gubernur sebagai pemimpin yang modelnya one man show.

Hobi tampil, semua harus atas dawuh dan petunjuk bapak gubernur, sehingga para kepala dinas tidak berani berinisiatif.

Sampai meninjau ke lokasi bencana saja harus atas instruksi bapak gubernur. Jadi memang Jawa Tengah tidak punya gubernur super man, yang dimiliki adalah gubernur sebagai orkestrator super team.

Mengajak sebanyak mungkin elemen masyarkat untuk bekerja sama membangun dan menyelesaikan permasalahan Jawa Tengah. Melakukan konsolidasi seluruh sumber dayauntuk program-program yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Talud Ketiwon Tegal Masih Penguatan Darurat 13 Hari Pasca Banjir

Sementara pada saat yang sama memberikan ruang luas bagi kepala dinas untuk berinovasi juga tampil di depan publik. Tidak lupa mengetuk pintu langit ketika sejumlah bencana melanda, sebab manusia berusaha Tuhan yang menentukan.

Filosofinya cukup jelas sebagaimana yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara, Ing ngarso sung tulodo, ing madyomangun karso, tut wuri handayani.

Gubernur akan memberikan contoh ketika di depan, memberi semangat disaat berada di tengah-tengah masyarakat seraya memberikan dorongan tatkala berada di barisan belakang. Teorinya membumi "collaborative governance".

Baca Juga: Gudang Gipsum dan Tiner di Kendal Terbakar, Pejaga Gudang Dilarikan ke RSUD Karena Luka Bakar

Halaman 1 dari 5

Artikel Terkait