Update Gunungapi di Indonesia Hari Ini, Gunung Slamet 4 Kali Bergejolak Sejak 15 Tahun Terakhir

Kamis, 11 Desember 2025 | 15.04
Update Gunungapi di Indonesia Hari Ini, Gunung Slamet 4 Kali Bergejolak Sejak 15 Tahun Terakhir

SLAWI, puskapik.com - Sejumlah gunungapi di Indonesia mengalami gejolak hingga hari ini, Kamis 10 Desember 2025. Termasuk, Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Tercatat, sejak...

SLAWI, puskapik.com - Sejumlah gunungapi di Indonesia mengalami gejolak hingga hari ini, Kamis 10 Desember 2025. Termasuk, Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Tercatat, sejak kurun waktu 15 tahun terakhir, Gunung Slamet yang berada di wilayah lima kabupaten itu, telah mengalami 4 kali gejolak. Berdasarkan pantauan dari laman MAGMA Indonesia, status Gunung Slawi Level II atau Waspada. Gunung Slamet mengalami kegempaan sebanyak 9 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3-5.5 mm, dan lama gempa 10-22 detik. Selain itu, terjadi 1 kali gempa Tremor nenerus dengan amplitudo 0.5-1.5 mm, dominan 0.5 mm. Direkomendasi untuk masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet. Petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, M Rusdi mengatakan, berdasarkan catatannya, Gunung Slamet sejak 15 tahun terakhir mengalami gejolak selama 4 kali. Di tahun 2009, Gunung Slamet yang berada di wilayah Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes itu, mengalami gejolak sehingga status dari normal ke waspada. Di tahun 2009, Gunung Slamet sempat mengalami letusan. Hal serupa juga terjadi di tahun 2014. "Jadi, di tahun 2009 dan 2014, Gunung Slamet sempat mengalami letusan. Namun, letusannya hanya VEI 1-2," kata Rusdi saat dihubungi, Rabu 10 Desember 2025. Dijelaskan, skala VEI atau Volcanic Explosivity Index dari 0-8, sehingga untuk letusan Gunung Slamet antara VEI 1-2 terbilang kecil. Sejauh ini, letusan Gunung Slamet terbesar di VEI 2. Hal itu berbeda dengan Gunung Merapi dan Gunung Semeru yang dominasinya awan panas. Sedangkan, Gunung Slamet hanya lontaran lava pijar atau Strombolian. "Gunung Slamet gejolak hampir setiap lima tahunan," ujar Rusdi. Setelah mengalami letusan di tahun 2009 dan 2014, lanjut Rusdi, Gunung Slamet kembali bergejolak di tahun 2019. Aktivitas Gunung Slamet statusnya naik dari normal ke waspada. Namun di tahun 2019, Gunung Slamet tidak mengalami letusan atau erupsi. "Sejak 19 Oktober 2023 hingga sekarang ini, status Gunung Slamet masih waspada. Belum mengalami kenaikan menjadi siaga atau turun menjadi normal," terang Rusdi. **

Artikel Terkait