Setahun Luthfi–Yasin Nahkodai Jateng: Hadapi Bencana, Perkuat Investasi, Kemiskinan Menurun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 18.51
Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen
Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen

Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memimpin Jawa Tengah dengan fokus kolaborasi, investasi, dan penurunan kemiskinan.

SEMARANG, puskapik.com – Tepat pada 20 Februari 2026, duet Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen genap satu tahun memimpin Provinsi Jawa Tengah.

Banyak dinamika selama setahun bekerja di tengah bejibun torehan prestasi yang diraih. Kendati demikian, Pemerintah provinsi tetap mampu menjaga laju investasi dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menekan angka kemiskinan.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, sejumlah bencana besar melanda berbagai daerah.

Baca Juga: Bermain Usai Salat Subuh, Tiga Remaja Putri di Batang Tewas Disambar Kereta Api

Mulai dari banjir bandang dan tanggul jebol di Demak, rob di Sayung, longsor di lereng Gunung Slamet yang berdampak ke wilayah Banjarnegara dan Cilacap, hingga tanah gerak di Kabupaten Tegal.

Dengan segala upaya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya bergerak cepat menangani beragam bencana tersebut. Penanganan dilakukan secara simultan, dari fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Di saat bersamaan, roda pembangunan tetap berjalan. Sejumlah program prioritas digulirkan, antara lain pembangunan infrastruktur, penguatan investasi, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta intervensi penanggulangan kemiskinan.

Salah satu terobosan yang diperkenalkan adalah program Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan, sekolah kemitraan untuk pendidikan gratis, beasiswa santri, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program-program tersebut diklaim menyasar kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Ahmad Luthfi menyebut pendekatan yang ditempuh sebagai collaborative government atau pemerintahan kolaboratif. Pemerintah provinsi menggandeng bupati/wali kota, perguruan tinggi, pelaku usaha, investor, organisasi masyarakat, hingga mitra dari provinsi lain dan luar negeri.

“Kita gandeng kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait