Wilayah di Jateng Akan Usulkan Pembentukan Kawasan Industri

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12.45
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

Investasi di Jateng kian primadona, 9 daerah ajukan kawasan industri guna dukung relokasi pabrik dan serap tenaga kerja.

SEMARANG, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa keberadaan kawasan industri tetap menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Rencananya, ada sembilan daerah kabupaten/kota di wilayahnya yang mengajukan pembentukan kawasan industri.

“Kawasan industri menjadi primadona untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru. Ada sembilan kabupaten/kota yang nanti akan mengajukan menjadi kawasan industri,” kata Luthfi saat menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR di kompleks Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang pada Jumat, 20 Februari 2026.

Sembilan daerah tersebut meliputi Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

Baca Juga: Sinergi Lintas Sektor Berbuah Penghargaan, Pemalang Sabet Collaborative Award 2026

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan industri akan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Dengan hadirnya kawasan industri, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru akan terbentuk secara lebih merata.

Selain kawasan industri, Luthfi menekankan penguatan sektor UMKM yang jumlahnya hampir 4 juta unit di Jawa Tengah. Menurutnya, UMKM harus menjadi penggerak ekonomi di level bawah, sekaligus naik kelas ke skala yang lebih besar.

“Sehingga perlu ada pendampingan, modal, kemudian pemasaran, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pemprov Jateng juga terus mendorong ekonomi kreatif di wilayahnya. Sebab, sektor tersebut bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Di sektor pariwisata, Luthfi memastikan pengembangan lebih dari 1.000 desa wisata tidak berhenti pada pembentukan semata, melainkan diperkuat melalui pembinaan teknis, pengelolaan, pendanaan, hingga promosi.

“Seribu desa wisata sudah kita ciptakan. Tidak bisa kita lepas begitu saja. Harus ada pembinaan teknis, penguatan pemasaran, pendanaan, pengelolaan, dan promosi,” tegasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait