Sambut Mudik 2026, Gubernur Luthfi Rampungkan Preservasi Dua Jalur Strategis

Senin, 23 Februari 2026 | 17.29
Sambut Mudik 2026, Gubernur Luthfi Rampungkan Preservasi Dua Jalur Strategis
Sambut Mudik 2026, Gubernur Luthfi Rampungkan Preservasi Dua Jalur Strategis

Gubernur Luthfi resmikan perbaikan dua jalur strategis Jateng jelang Mudik 2026, perkuat konektivitas ekonomi dan akses wisata Dieng.

TEMANGGUNG, puskapik.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan dua paket preservasi jalan provinsi yang menghubungkan kawasan strategis di Jawa Tengah, yakni ruas Parakan (Temanggung)–Patean (Kendal) dan ruas Wonosobo–Dieng (Banjarnegara), Senin, 23 Februari 2026.

Peningkatan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan akses pariwisata, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Peresmian dipusatkan di Balai Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Kedua ruas tersebut dinilai memiliki peran vital karena menghubungkan sentra ekonomi antarwilayah serta akses menuju kawasan wisata dataran tinggi Dieng.

Baca Juga: Tuntaskan Masalah Sampah di Jateng, Wagub Taj Yasin Percepat Implementasi RDF

Secara rinci, paket preservasi Jalan Parakan-Patean mencakup penanganan sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp 15,29 miliar. Adapun paket preservasi Jalan Wonosobo-Dieng sepanjang 3,925 kilometer menelan biaya Rp 9,75 miliar. Pekerjaan dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2025, meliputi pelapisan ulang (overlay) dua lapis serta pengerasan bahu jalan.

“Infrastruktur jalan ini memang kita anggarkan pada 2025, tetapi pelaksanaan proyek rata-rata berakhir Desember. Jalan ini bagian dari 2.440,12 kilometer jalan provinsi yang telah ditingkatkan menjadi mantap untuk digunakan,” ujar Ahmad Luthfi saat peresmian.

Menurutnya, pemantapan jalan provinsi merupakan bagian dari pemenuhan layanan dasar masyarakat. Selain memperlancar konektivitas antarwilayah, perawatan tersebut juga menjamin aspek keselamatan dan keamanan pengguna jalan.

“Jalan provinsi harus bisa memberikan keselamatan lalu lintas dan menghubungkan perekonomian masyarakat seluruh kabupaten/kota, serta menjadi bagian membentuk perekonomian baru untuk swasembada pangan,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran terkait melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jalan milik provinsi maupun kabupaten/kota, mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu pusat arus mudik nasional.

“Jawa Tengah adalah pusat dari arus mudik nanti. Jadi pastikan semua jalan dalam kondisi mantap, jangan sampai ada komplain dari publik,” katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait