Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerusakan Infrastruktur Pantura Pascabanjir

Jumat, 23 Januari 2026 | 09.34
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin

Pemprov Jateng mulai hitung kerusakan infrastruktur Pantura pascabanjir, siapkan anggaran tanggul, normalisasi sungai, dan perlindungan warga.

SEMARANG, puskapik.com – Di tengah upaya penanganan banjir yang masih berlangsung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mulai melakukan pemetaan dampak pascabencana, termasuk perhitungan kerusakan infrastruktur di jalur Pantura yang menjadi tulang punggung perekonomian.

“Banjir di Jawa Tengah memang sampai saat ini belum sepenuhnya selesai. Untuk penanganan pascabencana, kami baru memulai proses perhitungan dan pemetaan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menerima kunjungan kerja khusus Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurutnya, jalur utama Pantura dari Kabupaten Rembang hingga Kota Semarang menjadi perhatian utama. Kerusakan tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi juga di jalan kabupaten dan provinsi akibat tingginya intensitas kendaraan yang melintas saat banjir.

Baca Juga: Terinspirasi dari Guru, Sekda Jateng Susuri Jejak Sekolah Terluar di Clacap

“Kami sampaikan ke pemerintah pusat, jalur Pantura dari Rembang sampai Semarang itu belum kita hitung semuanya. Belum lagi dari Semarang ke arah barat,” jelasnya.

Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan pengajuan anggaran, termasuk untuk pembangunan dan peninggian tanggul sebagai langkah pencegahan agar banjir tidak terulang tahun depan.

Di wilayah Pati, lanjut Taj Yasin, banjir terjadi akibat limpasan debit air yang sangat tinggi.

“Kalau limpasan, berarti debit airnya tinggi. Ini artinya perlu peninggian tanggul atau normalisasi sungai,” katanya.

Tantangan semakin berat karena banjir terjadi bersamaan dengan musim rob, sehingga pembuangan air menjadi lebih sulit.

Di Kota Pekalongan, Pemprov Jateng menilai pembangunan bendungan karet di Sungai Bremi menjadi kebutuhan mendesak meski membutuhkan anggaran besar.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait