Operasional Bus Batik Solo Trans Terdampak Efisiensi Anggaran, Perlu Dukungan Gotong Royong

Rabu, 1 Oktober 2025 | 21.58
Operasional Bus Batik Solo Trans Terdampak Efisiensi Anggaran, Perlu Dukungan Gotong Royong

SEMARANG, puskapik.com — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto di kantornya pada Rabu, 1 Oktober 2025. Keduanya membahas operasional aglomera...

SEMARANG, puskapik.com — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto di kantornya pada Rabu, 1 Oktober 2025. Keduanya membahas operasional aglomerasi transportasi bus Batik Solo Trans. "Hari ini kami difasilitasi oleh Gubernur untuk membahas tentang aglomerasi transportasi di Surakarta,” kata kata Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi. Dibeberkan dia, layanan bus Batik Solo Trans sejauh ini beroperasi di lima koridor dan melintasi empat kabupaten/kota, meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali. Lima koridor itu juga didukung dengan setidaknya 7 feeder. Total, setiap hari Batik Solo Trans dan feeder tersebut melayani sekitar 13.000-14.000 masyarakat di sekitar Soloraya. Dari lima koridor yang ada, tiga koridor pembiayaannya ditanggung oleh Kementerian Perhubungan, sedangkan dua lainnya dibiayai oleh APBD Pemkot Surakarta. "Ke depan pemerintah pusat akan mencabut penganggarannya. Oleh karenanya, kami mendorong cost sharing (berbagi pembiayaan) dengan kabupaten sekitar. Sebab, mayoritas pengguna Batik Solo Trans ini dari warga kabupaten sekitar," ungkap Respati. Menanggapi persoalan itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Batik Solo Trans adalah bagian dari roadmap aglomerasi transportasi. Sejauh ini, operasionalnya juga sudah berjalan bagus, karena sudah terintegrasi dan melibatkan perusahaan otobus yang ada di sekitar wilayah Soloraya. Maka dari itu, Ahmad Luthfi meminta kepada Dinas Perhubungan Jawa Tengah beserta stakeholder terkait untuk segera menggelar rapat. Ia ingin aglomerasi transportasi Bus Batik Solo Trans ini tetap berjalan untuk melayani masyarakat. "Nanti segera rapatkan dengan dinas terkait. Ini harus jalan dengan cara sharing," katanya. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan, untuk menutup pembiayaan dari APBD yang terkena refocusing tersebut, mau tidak mau daerah harus gotong royong. Rencananya, lanjut dia, Gubernur akan bertemu dengan semua bupati dan wali kota se-Soloraya untuk membahas konsep gotong royong tersebut. “Mudah-mudahan nanti ada kesepakatan yang baik," katanya. **

Artikel Terkait