Tiga Tahun Berturut-Turut, PDGI Brebes Kembali Jadi Tuan Rumah BKGN 2025
Sabtu, 8 November 2025 | 20.41

BREBES, puskapik.com - Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Brebes kembali dipercaya menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025. Penyelenggaraan ini menandai tahun ketiga bert...
BREBES, puskapik.com - Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Brebes kembali dipercaya menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025.
Penyelenggaraan ini menandai tahun ketiga berturut-turut Brebes menjadi lokasi pelaksanaan program edukasi kesehatan gigi berskala nasional, mencerminkan konsistensi dan komitmen daerah dalam mendorong kesehatan anak sejak usia dini.
Kegiatan BKGN 2025 digelar Sabtu (8/11/2025) secara serentak di tiga satuan pendidikan dasar, yakni MIN 6 Brebes, MIN 1 Brebes, dan SD Kalierang 1. Lebih dari 1.000 siswa terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Senyum Sehat Indonesia”.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PDGI Brebes dan PT Unilever Indonesia, dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, Inneke Tri Sulistyowaty, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa kesehatan gigi anak bukan sekadar urusan klinis, melainkan fondasi penting bagi tumbuh kembang, prestasi belajar, dan kualitas hidup generasi mendatang.
Ia menyebut BKGN sebagai momentum strategis untuk memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
"Kami tidak hanya ingin anak-anak tersenyum sehat hari ini, tapi juga tumbuh dengan gigi yang kuat dan kebiasaan yang baik. Kalau kita ingin generasi yang sehat dan produktif, kita harus mulai dari gigi. Dari anak-anak. Dari sekolah. Dan dari sekarang," ujar Inneke.
Menurutnya, pelaksanaan BKGN secara luring penuh dan tanpa pungutan biaya adalah bentuk keberpihakan terhadap anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi.
Penanggung Jawab BKGN 2025, drg. Adhi Supriadi, M.Kes, menyebut bahwa tahun ini BKGN melibatkan 50 PDGI cabang di kabupaten/kota se-Indonesia.
"PDGI Brebes sendiri sudah tiga tahun berturut-turut selalu terpilih untuk mengadakan kegiatan BKGN," ungkap Adhi.
Ia menyoroti bahwa masalah kesehatan gigi bukan lagi keluhan rutin, melainkan isu sistemik yang berdampak langsung pada konsentrasi belajar, status gizi, dan pertumbuhan fisik anak.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan edukasi kesehatan gigi sebagai bagian dari kurikulum sekolah yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
"Edukasi tidak boleh berhenti di satu hari. Harus jadi bagian dari budaya sekolah, dari kebiasaan anak-anak, dan dari komitmen lintas sektor," tambahnya.
Rangkaian kegiatan BKGN 2025 meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, praktik sikat gigi bersama, aplikasi fluoride topikal (TAF) atau imunisasi gigi sebagai upaya pencegahan karies. "Juga ada "imunisasi" gigi sebagai upaya untuk pencegahan gigi berlubang," tambahnya.
Lebih jauh, Adhi menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan integrasi program kesehatan gigi ke dalam kurikulum sekolah.
"Kami tidak hanya ingin anak-anak tahu cara menyikat gigi, tapi juga paham kenapa itu penting. Edukasi harus jadi budaya, bukan sekadar kegiatan tahunan," ujarnya.
Ketua Acara BKGN 2025, drg. Nurul Noviasari, menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi para dokter gigi. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran dokter gigi sebagai pendidik sekaligus pelindung kesehatan anak di tingkat komunitas.
Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif dari sekolah, BKGN 2025 di Brebes diharapkan menjadi model edukasi kesehatan gigi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi generasi muda. **
Artikel Terkait

Pengasuh Ponpes AL Hikmah 1 Benda Angkat Bicara Soal Pemekaran Brebes, Begini Penjelasannya

KH Labib Shodik Tegaskan Bukan Bagian Komite Percepatan Pemekaran Brebes : Nama Saya Dicatut

Resmi Beroperasi, SPPG YKB Polres Brebes Salurkan 1.692 Porsi MBG
