Soroti Nasib Petani di Rakerda Tani Merdeka, Bupati Brebes: Kita Harus Maju Bersama

Senin, 20 Oktober 2025 | 02.27
Soroti Nasib Petani di Rakerda Tani Merdeka, Bupati Brebes: Kita Harus Maju Bersama

BREBES, puskapik.com - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmennya terhadap nasib petani dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes. Acara d...

BREBES, puskapik.com - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan komitmennya terhadap nasib petani dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Brebes. Acara digelar di Pendopo Kabupaten Brebes, Minggu (19/10/2025), dan dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai unsur pengurus dan anggota Tani Merdeka. Paramitha menyebut Brebes sebagai daerah agraris yang punya potensi besar di sektor pertanian, terutama bawang merah, padi, dan hortikultura. "Kita patut berbangga karena hasil kerja keras petani Brebes tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga ekspor ke berbagai negara,” kata Paramitha. Meski begitu, ia mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi petani, mulai dari fluktuasi harga, keterbatasan pupuk dan benih, hingga dampak perubahan iklim. “Petani Brebes harus maju bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pendidikan, teknologi, dan pasar harus saling mendukung,” tegasnya. Pemerintah daerah, lanjut Paramitha, siap memperkuat sinergi dengan organisasi tani, sektor swasta, dan lembaga keuangan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih adil dan berkelanjutan. Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Ia menyebut pembatalan pengadaan 1.000 unit drone pertanian oleh kementerian sebagai bukti minimnya operator muda yang siap. “Petani bukan profesi murah. Kita butuh pelatihan teknologi, pengolahan pupuk, dan pengoperasian drone. Kalau tidak dimulai sekarang, siapa yang akan menggarap sawah kita nanti?” ujar Don. Ia juga mengapresiasi dukungan Bupati Brebes terhadap gerakan Tani Merdeka, yang menurutnya sudah mengakar hingga ke desa-desa. Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan agenda internal Rakerda. Para peserta membahas strategi penguatan organisasi, pemetaan kebutuhan petani, dan rencana advokasi ke pemerintah pusat. Rakerda ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan pertanian sebagai sektor yang bermartabat, berdaya saing, dan diminati generasi muda. **

Artikel Terkait