Sejarah Perayaan Paskah di Brebes, Dari Masa Kolonial Hingga Era Modern

Sabtu, 4 April 2026 | 09.07
Ilustrasi perayaan paskah di era kolonial Belanda.
Ilustrasi perayaan paskah di era kolonial Belanda.

Sejarah Paskah di Brebes dari era kolonial Belanda hingga kini, mencerminkan iman, toleransi, dan kebersamaan dalam masyarakat majemuk.

BREBES, puskapik.com — Perayaan Paskah menjadi momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Di Kota Bawang, Hari raya yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus ini, memiliki sejarah panjang yang turut mewarnai perjalanan kehidupan beragama di daerah tersebut.

Peringatan Paskah yang jatuh pada 5 April 2026, merupakan puncak dari rangkaian Pekan Suci setelah peringatan Jumat Agung.

Baca Juga: Gerak Cepat Polres pekalongan Bekuk Pelaku Curanmor di Karangdadap

Secara teologis, Paskah dimaknai sebagai kemenangan atas kematian dan simbol harapan baru bagi umat manusia.

Tradisi ini telah dirayakan sejak masa awal Kekristenan dan terus berkembang hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Dari berbagai sumber yang digali puskapik.com, sejarah perayaan Paskah di Brebes tidak bisa dilepaskan dari masuknya agama Kristen pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

Baca Juga: DPRD Brebes Desak BBWS Cimancis Ambil Langkah Konkrer Soal Banjir di Ketangungan

Kehadiran para zendeling dan misionaris pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 membawa ajaran Kristen ke wilayah pesisir utara Jawa, termasuk Brebes.

Sejak saat itu, komunitas umat Kristiani mulai terbentuk, meski dalam jumlah yang relatif kecil.

Halaman 1 dari 3

Artikel Terkait