Ratusan Rumah di Kecamatan Larangan Terendam Banjir, Wakil Bupati Brebes Langsung Tinjau Lokasi
Kamis, 13 November 2025 | 18.54

BREBES, puskapik.com - Ratusan rumah warga dan lahan pertanian di Desa Sitanggal dan Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, terendam banjir, kemarin. Ketinggian air banjir antara 30 hingga 50...
BREBES, puskapik.com - Ratusan rumah warga dan lahan pertanian di Desa Sitanggal dan Siandong, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, terendam banjir, kemarin. Ketinggian air banjir antara 30 hingga 50 sentimeter. Selain rumah warga, jalan utama desa juga terndam
Banjir terjadi di dua desa tersebut akibat sejumlah sungai di wilayah tersebut meluap. Di antaranya Sungai Babakan, Sungai Slatri, Sungai Sitanggal, dan Sungai Pemali. Debit air yang meningkat drastis akibat curah hujan tinggi membuat limpas melewati tanggul di beberapa titik.
Bahkan, Wakil Bupati Brebes Wurja di dampingi Kepala Dinas Perumahan, dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Dani Asmoro dan Camat Larangan, langsung turun ke lapangan meninjau lokasi terdampak, kemarin (12/11/2025).
Wakil Bupati Brebes, Wurja meminta, seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi.
“Perlu diketahui, air yang menggenangi pemukiman warga bukanlah dari luapan sungai, akan tetapi akibat tingginya curah hujan” tegasnya.
Kepala Dinperwaskim Kabupaten Brebes, Dani Asmoro menambahkan, upaya darurat yang diambil agar warga membersihkan saluran air dan gotong royong memperkuat tanggul di beberapa titik kritis.
“Kami fokus pada pembersihan drainase yang tersumbat dan mempercepat surutnya genangan agar aktivitas warga bisa kembali normal,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut dia, juga menyiapkan posko darurat di Balai Desa Siandong sebagai tempat koordinasi dan penyaluran bantuan sementara bagi warga terdampak.
Camat Larangan Eni Listiana mengatakan, banjir di Kecamatan Larangan menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun belakangan. Di antaranya menimpa Desa Karangbale, Kedungbokor dan paling parah di Desa Siandong. Selain akibat hujan deras, faktor pendangkalan sungai dan sampah di saluran air turut memperparah genangan.
"Pemerintah daerah berencana melakukan normalisasi sungai dan pembersihan gorong-gorong secara berkala sebagai langkah pencegahan jangka panjang," katanya..
Ketua RT setempat, Warso mengungkapkan, hampir setiap hujan deras dengan intensitas lama pasti pemukiman warga akan tergenang air. Bahkan, semalam sempat tinggi debit airnya hingga mencapai kurang lebih 50 sentimeter.
"Alhamdulillah sampai siang ini berangsur-angsur surut walaupun lama," pungkasnya. (Setiawan)



