Kali Pemali Sungai Terpanjang di Brebes, Begini Sejarahnya
Senin, 8 Desember 2025 | 00.42

BREBES, puskapik.com - Nama Kali Pemali, bagi masyarakat Kabupaten Brebes sangat akrab di telinga. Bahkan, masyarakat Brebes seolah mempunyai kedekatan tersendiri dengan sungai yang membelah daerah de...
BREBES, puskapik.com - Nama Kali Pemali, bagi masyarakat Kabupaten Brebes sangat akrab di telinga.
Bahkan, masyarakat Brebes seolah mempunyai kedekatan tersendiri dengan sungai yang membelah daerah dengan julukan Kota Bawang ini.
Kali Pemali memiliki mata air di Tuk Sirah Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, dan bermuara di Laut Jawa. Panjangnya encapai 125 km, dan menjadikan sebagai sungai terpanjang di Brebes.
Hal ini sama seperti sejarah panjang yang di miliki Kali Pemali, yang menjadi batas alami dan sumber air penting bagi wilayah Brebes.
Lalu bagaimana dengan sejarah sungai yang di kenal dengan cerita-cerita mistisnya ini.
Dari berbagai sumber yang di gali puskapik.com, sejarah Kali Pemali ternyata tidak lepas dengan kisah legenda Ciung Wanara dan Hariang Banga.
Asal usul Kali Pemali ini berawal ketika Ciung Wanara dan Hariang Banga, yang merupakan dua bersaudara ini bertarung memperbutkan kerkuasaan kerajaan Galuh.
Pertarungan keduanya sangat seru dan berlangsung berhari hari. Hingga akhirnya pertarungan mereka berhenti di sebuah tepi sungai.
Mereka kemudian beristirahat di tepu sungai ini. Saat akan mengambil air di sungai untuk minum, keduanya tersadar, jika saudara kandung tidak boleh berperang. Tindakan itu dianggap tabu, atau dalam bahasa Jawa Pamali.
Setelah kedua bersaudara ini sadar dan menghentikan perang tanding tersebut. Ayah mereka kemudian membagi kekuasaan dengan batas wilayah sungai tersebut.
Karena kesadaran akan larangan ini, sungai sebagai batas wilayah itu dinl namakan Cipamali. Saat ini lebih di kenal dengan nama Kali Pemali di Brebes.
Kali Pemali ini ternyata tidak hanya sebagai batas wilayah kekuasaan saja. Namun dari nama Pamali yang bermakna Larangan ini, ternyata menjadi pagar yang melindungi masyarakat Brebes dari ancaman gaib.
Masyarakat Brebes percaya, jika ada serangan gaib sepertis santet yang dikirim dari sisi barat dan harus melintasi Kali Pemali, maka santet ini akan jatuh di Kali Pemali. Bahkan, dahulu banyak warga sekitar Kali Pemali yang menyaksikan hal ini.
Dimana tiba-tiba muncul di tengah Kali Pemali seekor unggas putih, yang mereka percaya sebagai kiriman gaib karena melintas Kali Pemali jatuh dan berubah menjadi unggas.
Selain menyimpan banyak kisah mistis, Kali Pemali juga mempunyai peran penting saat perjuangan melawan penjajahan Belanda.
Bahkan, di saat Agresi Militer Belanda I tahun 1947, jembatan Kali Pemali Brebes di hancurkan oleh para pejuang kemerdekaan.
Penghancuran Jembatan Pemali ini adalah tindakan heroik yang diperintahkan oleh Bupati KH Syatori untuk menghalau pasukan NICA (Belanda).
Hingga saat ini masyarakat Brebes percaya jika Kali Pemali bukan sebatas sebuah sungai, tetapi keberadaanya menjadi sumber penghidupan dan pelindung. **
Artikel Terkait

Pemda Brebes Serahkan DPA 2026, Bupati Paramitha Dorong OPD dan BUMD Kawal Program
Senin, 5 Januari 2026

Di Demo Warga, Kades Benda Brebes akhirnya Mundur
Senin, 5 Januari 2026

Aliansi Masyarakat Peduli Desa Benda Gelar Demo, Tuntut Kades Mundur dan Usut Dana Desa
Senin, 5 Januari 2026

Tebing Sungai Keruh Longsor, Dua Keluarga di Kalinusu Brebes Terpaksa Kosongkan Rumah
Minggu, 4 Januari 2026