Asal Usul Nama Brebes, Dari Bere dan Beseh Hingga Gunung Baribis

Brebes genap 348 tahun, asal nama “Brebes” dikaitkan dengan kondisi alam berair, masuknya Islam, hingga legenda Sungai Baribis–Pemali.
BREBES, puskapik.com - Kabupaten Brebes kini genap berusia 348 tahun, yakni pada 18 Januari 2026. Daerah yang dikenal sebagai penghasil bawang merah dan telur asin ini, berada di ujung barat Provinsi Jawa Tengah.
Nama Brebes ini, sudah muncul sejak zaman Mataram. Kota Brebes ini, berderet dengan kota-kota tepi pantai lainnya seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal. Lalu bagaimana asal muasal nama Brebes ini muncul?
Banyak pendapat tentang asal usul nama Brebes ini. Yakni, dari mulai menghubungkan dengan keadaan alamiah setempat hingga pada peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada zaman dahulu.
Pendapat pertama mengenai asal usul nama Brebes dengan menghubungan kondisi alamiah daerahnya. Bahwa nama Brebes ini berasal dari kata Bara dan Basah, atau kalua diucapkan Bere dan Beseh. Kata Bara ini berarti hamparan tanah luas. Sedangkan kata Basah berarti banyak mengandung air.
Baca Juga: Kini Berusia 348 Tahun, Begini Sejarah Kabupaten Brebes
Kedua kata ini cocok dengan keadaan Brebes yang merupakan dataran luas yang berair. Karena perkataan bara di ucapkan bere. Sedangkan basah di ucapkan beseh. Maka untuk mudahnya diucapkan Brebes. Dalam Bahasa Jawa perkataan Brebes atau Mbrebes, yang berarti tanah metu banyune yang berarti tahan selalu keluar airnya.
Pendapat kedua, asal usul nama Brebes dengan mengaitkan peristiwa saat itu. Yakni, peristiwa masuknya agama Islam pada awal mulanya ke Brebes. Sekalipun saat itu dihalang-halangi. Namun ternyata masih juga merembes. Dalam bahasa daerah kata merembes disebut berbes. Oleh karenanya muncul kemudian nama Berbes, yang selanjutnya berubah menjadi Brebes.
Sedangkan pendapat ketiga asal usul nama Brebes ini mengacu pada cerita rakyat di wilayah Salem dan Bantarkawung. Di antaranya kedua daerah ini, terdapat gunung bernama Baribis. Dari Gunung Baribis mengalir Sungai Baribis. Aliran sungai ini melalui dataran bagian utara bermuara di laut Jawa. Sungai Baribis ini, pada zaman dulu dianggap sebagai sungai yang bertuah atau angker.
Baca Juga: Satu-satunya dari Jateng, Brebes Selatan Tercatat Resmi dalam Daftar CDOB Forkonas PP DOB Nasional
Konon sungai ini juga banyak buayanya. Orang-orang tua pada saat itu, banyak yang melarang anak cucunya untuk datang, menyeberangi, mandi dan sebagainya disungai ini. Terlebih dalam saat berperang orang tua selalu memberikan peringatan-peringatan yang melarang melangkahi atau menyeberangi sungai tersebut.
Artikel Terkait

Atlet Bintang SEA Games Berbagi Ilmu di Coaching Clinic Forki Brebes

Layanan Air Bersih PDAM Tirta Baribis ke 7.600 Pelanggan di Bumiayu Mulai Pulih Pasca Banjir

Emak-emak Desa Adisana Brebes Turun ke Jalan Soroti Banjir Berulang dan Kerusakan Hutan
