Antisipasi Banjir Susulan, DPU Brebes Terjunkan 2 Alat Berat Normalisasi Sungai Keruh
Minggu, 16 November 2025 | 14.33

BREBES, puskapik.com - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, menerjunkan dua unit alat berat untuk penanganan darurat normalisasi alur Sungai Keruh, di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Lang...
BREBES, puskapik.com - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, menerjunkan dua unit alat berat untuk penanganan darurat normalisasi alur Sungai Keruh, di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Langkah cepat itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan di wilayah Brebes selatan tersebut.
"Sudah sejak Rabu (13/11) lalu, dua alat berat kami terjunkan ke lokasi bencana ini. Kedua alat berat ini diterjunkan untuk normalisasi Sungai Keruh, agar tidak limpas ke perkampungan," ungkap Kepala DPU Kabupaten Brebes, Sutaryono melalui Kabid Bina Marga, Agus Pramono, Sabtu 16 November 2025.
Dia mengatakan, dua alat itu nantinya akan bekerja selama 7 hari. Targetnya, memperbaiki tanggul dan alur Sungai Keruh agar tidak limpas.
"Kami bergerak cepat, untuk mengantipasi banjir susulan. Sehingga pemukiman warga aman," ucapnya.
Kepala UPTD PU Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, menambahkan,b dua alat berat dari DPU telah dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat.
“Tanggul yang jebol kami tutup dengan material sungai. Selain itu, juga dilakukan pelurusan arus sungai agar aliran air tidak lagi mengarah ke permukiman,” terangnya.
Hartanti berharap cuaca bersahabat sehingga pekerjaan bisa segera rampung. “Kami terus memantau kondisi di lapangan. Warga diminta tetap waspada karena potensi banjir masih ada,” katanya.
Seperti diketahui, banjir besar melanda Adisana sejak Sabtu (8/11/2025) malam, menyusul jebolnya tanggul Sungai Keruh di wilayah Penggarutan. Air meluap deras ke permukiman dan sawah, membuat ribuan warga terisolasi.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan banjir bandang yang menerjang Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, di hari yang sama. Luapan air Sungai Keruh bahkan sempat berbelok arah ke permukiman, menimbulkan kekhawatiran banjir susulan.
Tak hanya merendam jalan, ratusan hektare sawah warga juga rusak akibat genangan air dan material lumpur. Sejumlah petani terancam gagal panen karena tanaman padi mereka roboh dan tertimbun sedimen tebal. **



