Petambak Kota Tegal Terpuruk oleh Banjir Rob

Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo menyerahkan bantuan bibit Ikan Bandeng kepada salah satu petani tambak di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Kamis, 18 Juni 2020.FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Tegal – Para Petambak di Kota Tegal mengalami kerugian cukup besar dalam sebulan terakhir akibat banjir air laut pasang atau rob yang menerjang kawasan pesisir pantai utara Tegal beberapa waktu lalu. Banjir rob tidak hanya merendam permukiman namun juga menerjang ratusan hektar lahan tambak bandeng milik warga.

Banjir mengakibatkan ribuan ekor ikan Bandeng siap panen milik para Petambak hilang terbawa banjir rob. Kondisi ini mengakibatkan para petambak menanggung kerugian ratusan juta rupiah. Tak hanya itu, petani masih diterpa kerugian karena harga ikan bandeng yang masih bis diselamatkan anjlok dari Rp. 20.000 per kilogram menjadi Rp. 15.000 per kilogram.

“Banjir rob kemarin benar-benar membuat para petambak seperti saya rugi besar karena ikan Bandeng pada hanyut. Sudah begitu, harga Bandeng murah, hanya 15.000 rupiah perkilo,” ujar Abu Darmin (41) salah satu Petambak di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, kepada puskapik.com, Kamis sore, 18 Juni 2020.

Mengetahui kesulitan yang dialami para petambak, Polres Tegal Kota tergerak memberikan bantuan bibit Bandeng sebanyak 4.000 ekor. Bantuan bibit Bandeng tersebut diserahkan Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo, Kepada Kelompok Tani Tambak Jaya Kelurahan Muarareja, Kamis sore, 18 Juni 2020.

Menurut Kapolres, pemberian bantuan bibit bandeng kepada para petambak sekaligus untuk pembentukan Kampung Tangguh Nusantara Candi dan memperingati hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020 mendatang. Kapolres menjelaskan, bantuan ini juga bertujuan untuk menguatkan ketahanan pangan di masyarakat ditengah pandemi Covid-19 dan bencana banjir air laut pasang.

“TNI-Polri sinergi, terutama kami yang dikedepankan, sekaligus untuk HUT Bhayangkara, jadi kami diminta untuk membangun dan menguatkan ketahanan pangan di masyarakat,” terang Rita.

Rita mengatakan, pihaknya juga akan bermitra dengan forkompinda untuk berempati dan mencarikan solusi bagi para petani tambak agar mereka tetap bisa bertahan dan bisa segera bangkit dari keterpurukan akibat bencana rob dan pandemi Covid-19.

“Kami akan terus mensuport para petani tambak untuk bangkit. Ini sejalan dengan semangat pembentukan Kampung Tangguh Nusantara Candi di wilayah kelurahan Muarareja,” ujar Rita Wulandari.

Kontributor : Wijayanto
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan