Corona dan Blunder Kaya-miskin
- calendar_month Sen, 30 Mar 2020

Baktiawan Candheki

Oleh: Baktiawan Candheki*
MENGANGKAT isu status sosial di konferensi pers oleh jubir pemerintah soal corona bukan tanpa alasan. Si jubir sangat sadar dengan ucapannya dan segala konsekuensinya. Karena dari kalimat itu yang disasar bukan golongan miskin tapi sebaliknya. Dan netizen kelas menengah sebenarnya tidak usah ikut baper.
Ini adalah ancang-ancang pemerintah akan memberlakukan karantina wilayah sesuai dengan landasan hukum yg sedang disiapkan dalam waktu dekat. Alasannya, jika benar diberlakukan karantina wilayah yang paling menderita dan terdampak adalah golongan miskin. Ini soal biaya, dalam artian berapa triliun yang akan ditanggung APBN untuk subsidi warga yang dikarantina. Berapapun nilainya belum bisa diukur karena prosesnya tidak diketahui sampai kapan, yang pasti sangat besar.
Maka ide pertentangan kelas dikeluarkan meski tidak populer untuk pemerintah tapi ini mendesak. Sasarannya golongan kaya, “yang kaya membantu yang miskin, yang miskin jangan menularkan yang kaya”.
Seolah pemerintah ingin mengatakan ‘kalau orang kaya tak berkontribusi, kita (baca: pemerintah dan orang kaya) sedang menuju tragedi 98 bahkan lebih dasyat’.
Sebuah kalimat ancaman jika saat karantina wilayah gagal diback up pemerintah. Efek yang terjadi gejolak di masyarakat, kerusuhan, penjarahan pasti terjadi. Sasaran perusuh pertama pemerintah dan setelah selesai, sasaran yang kedua adalah orang-orang kaya pemilik aset triliunan dan orang-orang dengan perspektif sebagai pengusaha. Bila disusupi provokator isu rasialpun muncul, ini yang paling berbahaya.
- Penulis: puskapik