Paceklik, Nelayan Terima Bantuan Beras

0
Asisten III Bidang Perekonomian Pemkot Tegal, Herlien Tedjo Oetami, secara simbolis menyerahkan beras bantuan paceklik kepada perwakilan nelayan Kota Tegal, di Gedung Pertemuan Mina Graha, KUD Karya Mina Tegal, Rabu siang (26/02/2020).FOTO/PUSKAPIK/WIJ

TEGAL (PUSKAPIK)-Pemerintah Kota Tegal menyerahkan bantuan hibah beras paceklik tahun 2020 kepada para nelayan setempat, Rabu siang (26/02/2020). Pemberian beras paceklik dimaksudkan untuk membantu para nelayan dalam menghadapi musim paceklik karena cuaca ekstrim yang terjadi dalam dua bulan terakhir.

Penyerahan bantuan beras paceklik berlangsung di Gedung Pertemuan Mina Graha, KUD Karya Mina, Jalan Blanak No 10, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal. Penberian beras dilakukan secara simbolis oleh Asisten IIIB Bidang Perekonomian Pemerintah Kota Tegal, Herlien Tedjo Oetami.

Menurut Herlien, berdasarkan rilis BMKG Kota Tegal, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter bahkan dua kali lipatnya. Kondisi tersebut mengakibatkan nelayan tidak bisa melaut sehingga menghadapi paceklik.

“Kepedulian Pemkot Tegal dengan adanya bantuan Beras paceklik sangat membantu nelayan. Kami mengapresiasi langkah DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan KUD Karya Mina Kota Tegal yang telah membantu menyalurkan beras paceklik untuk nelayan sehingga sangat membantu perekonomian Nelayan,” kata Herlien.

Ketua KUD Karya Mina, Hadi Santoso, menerangkan, pada tahun 2020 ini pihaknya mengusulkan bantuan beras paceklik sebanyak 91,105 ton. Jumlah tersebut diperuntukan bagi nelayan kapal purshine 27,300 ton, kapal cantrang 25,425 ton, kapal cumi 2,650, nelayan terdaftar sebanyak 550 orang sebanyak 25,250 ton serta janda jompo 2,880 ton.

Hadi menjelaskan, pengambilan beras di Kantor HNSI dan KUD Karya Mina mulai Kamis (27/02/2020) sampai 10 Arpil 2020. Penerima bantuan beras diharapkan mengambil pada rentang waktu tanggal tersebut. Jika tidak diambil beras akan dikembalikan ke Pemkot Tegal.

“Kegiatan ini harus tepat sasaran karena dana ini ditalangi KUD dulu, nanti kalau sudah tersalurkan baru diganti oleh Pemkot,” terang Hadi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC HNSI Kota Tegal, Riswanto, mengungkapkan, pada awalnya beras paceklik diberikan setiap bulan Puasa. Namun pihaknya kemudian mengusulkan agar diberikan pada saat musim angin barat. Selain itu, pihaknya mengusulkan agar Pemkot memberikan pelatihan kepada para nelayan.

“Kami meminta Pemkot memberikan pelatihan kepada nelayan, sehingga saat musim paceklik nelayan dapat bekerja di sektor lain untuk menambah kesejahteraan nelayan,” tandasnya.(WIJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini