Kepala SDN Kaligangsa 4 Kota Tegal, Siskuwono Slamet, membetulkan posisis salah satu bambu penyangga teras sekolahnya , Kamis siang (06/02/2020).FOTO/PUSKAPIK/WIJ

TEGAL (PUSKAPIK)–Meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan cuku besar, namun masih saja ada bangunan sekolah yang rusak. Ironisnya, tidak sedikit bangunan sekolah yang rusak itu berada di perkotaan. Salah satunya bangunan SDN Kaligangsa 4, Kota Tegal.

Pantauan Puskapik, Kamis siang (06/02/2020), kerusakan SDN Kaligangsa 4 itu cukup parah. Teras ruang kelas rawan ambruk, sehingga terpaksa disangga bambu karena kayunya sudah banyak yang keropos dimakan usia.

Menurut Kepala SD Negeri Kaligangsa 4, Siskuwono Slamet, kerusakan sekolah mulai terjadi sekitar pertengahan tahun 2019. Berawal pada keramik lantai kemudian bagian atap dan gentengnya bergelombang.

Kerusakan bangunan sekolah kian parah, karena intensitas hujan yang cukup tinggi sejak tiga bulan terakhir. Kayu penyangga teras lepas dari pondasinya. Untuk mencegah agar bangunan tidak ambruk, teras disangga bambu.

“Kalau tidak sangga bambu dikhawatirkan bisa ambruk sewaktu-waktu dan itu membahayakan siswa,” ungkap Siskuwono.
Tak hanya tiang penyangga teras, kusen-kusen pintu kelas juga banyak yang keropos dimakan usia. Beberapa kusen yang sudah keropos antara lain di ruang UKS, ruang kelas 3, 4, dan 6, bahkan ruang perpustakaan bocor.

Soal kerusakan bangunan sekolah, Siskuwono sudah menyampaikan ke dinas pendidikan dan komite sekolah.
“Kami sudah mendapatkan informasi awal 2018 atau 2019 sudah masuk daftar rehab anggaran 2020,” ujar Siskuwono.

Kabid Dikdas Kota Tegal, Budio Pradipto, menjelaskan, perbaikan SDN Kaligangsa 4 sudah masuk dalam inventarisasi sekolah yang mendapat perbaikan. Di tahun ini sudah dianggarkan dan sekolah akan dilakukan perbaikan.

“Rencana pelaksanaan perbaikan sekolah akan dilakukan sekitar bulan Juni mendatang,” ujarnya.(WIJ)

Tinggalkan Balasan