Candi Gong Bukti Perkembangan Peradaban Hindu di Kabupaten Tegal

Advertisement

PUSKAPIK.COM, Slawi – Peradaban Hindu di Kabupaten Tegal makin terkuat dengan keberadaannya Candi Gong di Desa Sidamulya, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Situs ini menjadi bukti perkembangan peradaban Hindu pada abad ke-7 di Kabupaten Tegal. Bahkan, Candi Gong diyakini lebih tua dibandingkan Candi Borobudur.

Bangunan seluas 67×70 meter dengan tiga bagian memiliki 3 lapis struktur bangunan, yakni bagian bawah dinamakan Burloka, bagian tengah dinamakan Suarloka dan puncak atau utama dinamakan Nirloka. Di bagian utama juga terdapat Yoni atau tempat pemujaan. Bangunan terbuat dari tumpukan Batu Bata berukuran 30 x 20 centimeter dengan tebal 8-15 centimeter. Lokasi candi berada di tengah pematang sawah lahan milik Pemerintahan Desa Sidamulya, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

“Tahun 2008 pernah dilakukan penelitian Balai Arkeologi Jogja, dan ditemukannya Arca bernilai sejarah yang kini berada di museum sekolah perpustakaan Kota Slawi Kabupaten Tegal,” kata Anggota Tim Pendataan Cagar Budaya Dikbud Kabupaten Tegal, Kamis (13/6/2024).

Slamet menuturkan, Candi Gong juga pernah diteliti oleh orang Prancis, Veronique. Peneliti itu sempat membawa batu bata dan relief di Candi Gong. “Saya berharap dengan adanya penelitian pada tahun 2008 dan saat ini bersama Kepala Desa bisa menjadikan Candi Gong dilakukan restorasi agar Cagar Budaya ini tidak hilang dan menjadi edukasi bagi generasi di masa mendatang,” ujarnya.

Dari hasil pendataan area Candi Gong, lanjut dia, terdapat batu bata ukuran besar serta corak berbeda yakni panjang 30 lebar 20 ketebalan 8 centimeter. “Kami berharap Candi Gong di Sidamulya ini dapat segera direkomendasikan ke Balai Cagar Budaya dan Puslitbang Arkeologi Jakarta untuk dilakukan restorasi.” terang Slamet Gelang.

Kepala Desa Sidamulya, Muhamad Kodri mengatakan, Candi Gong yang berada tak jauh dari aliran sungai Pagerwangi. Pihaknya akan melakukan pendataan Candi Gong untuk bisa dikembangkan menjadi wisata religi. Dirinya berharap Cagar Budaya Situs Candi Gong dapat dilakukan restorasi agar tidak punah dan menjadi edukasi bagi warga masyarakat Desa Sidamulya yang sebagian besar penduduknya merupakan pindahan dari wilayah Cacaban kala itu.

“Dahulu di lokasi ini kerap terdengar alunan gamelan dengan Gong bahkan konon Gong tersebut berbahan Emas dan kemudian warga menyebutnya lokasi ini Candi Gong” ujarnya. (SAK_red)

Bagikan :
Scroll to top
error: Konten dilindungi oleh Hak Cipta!!