Seram! Niat Ngabuburit, Pesepeda Nyasar di Gunung Mendelem Pemalang

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pengalaman menyeramkan dialami Adi Prayogo (38) bersama kawan-kawannya. Mereka tersesat ditengah hutan saat bersepeda menjelajah Gunung Mendelem Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.

Kala itu, Minggu 17 April 2022, Adi Prayogo bersama teman-temannya yang tergabung dalam komunitas sepeda downhill ‘All Mountain Pemalang’ berniat ngabuburit Ramadan menjelajah Gunung Mendelem.

Mereka diantaranya Adi Prayogo dan ayahnya Nur Akhmadi, Abdul Hiroshi, Yassel, Aji Saxena, Bahtiar, dan Agus Malik.

Rute yang akan mereka tempuh yaitu Gunung Mendelem – Hutan Romantis dan dilanjut rute menuju Curug Bengkawah, Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Pemalang.

Sepulang menjelajah, rencananya Adi dan kawan-kawan bakal berbuka puasa di wilayah Randudongkal. Sore itu, sekitar pukul 15.30 WIB mereka pun berangkat dari Gunung Mendelem.

Ditengah perjalanan mereka sempat menemui kendala. Rantai sepeda Adi dua kali putus dan ban bocor. Namun kendala itu bisa tertangani, mereka pun melanjutkan perjalanan.

“Akhirnya sampai di Hutan Romantis, nah dari Hutan Romantis menuju Curug Bengkawah itu kita blank,” kata Adi Prayogo, saat ditemui Puskapik.com, Rabu 20 April 2022.

Hari mulai gelap, Adi dan kawan-kawannya merasa melaju di jalur yang salah dan menemui jalur buntu sekitar pukul 17.30 WIB menjelang waktu berbuka puasa.

“Kita itu kepentok enggak bisa ke jalur tengah, jadi menyusur jalur kiri terus dan buntu. Disitu vegetasinya rapat, semak-semak tinggi, enggak ada kebun, enggak ada tanaman perhutani.” tutur Adi.

Disitu mereka akhirnya berhenti untuk menghela napas. Mereka berbuka puasa tanpa makanan, hanya dengan 3 botol air mineral yang diminum bersama-sama.

“Permasalahan utama kita dehidrasi parah, mau berdiri saja susah. Penerangan kita cuma bawa senter handphone dan senter sepeda. Disitu kami berusaha enggak panik biar kondusif.” terang Adi.

Beruntung, saat itu mereka menemukan sinyal dan berhasil menghubungi salah satu pemuda karangtaruna desa setempat lewat telepon untuk meminta pertolongan.

Selama menunggu SAR (Search and Rescue) dari warga itu juga mereka mengalami kejadian yang membuat bulu kuduk merinding. Salah satu anggota, Abdul Hiroshi, melihat makhluk aneh.

“Jadi waktu itu saya naruh sepeda tiba-tiba ada yang lewat di semak-semak, wujudnya hitam besar. Terus ada lagi, Yalles dengar suara wanita ketawa langsung lari.” ungkap Abdul Hiroshi.

Tak berhenti disitu, saat Abdul memberikan informasi keberadaan mereka kepada SAR dengan video selfie, kamera ponsel menangkap penampakan buntelan kain putih di belakangnya.

“Itu saya sadari waktu sampai dirumah, saya lihat ulang videonya, ternyata ada kayak gitu, padahal belakang enggak ada orang, belakang saya jurang.” jelas Abdul Hiroshi.

Belakangan diketahui, lokasi rombongan mountain bikers itu tersesat dan menunggu pertolongan tak jauh dari tempat yang dikenal keramat. Warga sekitar menyebutnya Candi Sengkolo.

Adi Prayogo dan rombongan berhasil ditemukan tim SAR warga

Setelah menunggu beberapa jam, mereka akhirnya bisa menarik napas lega setelah melihat pancaran senter tim SAR warga dan berkoordinasi lewat telepon untuk bertemu di satu titik.

“Ketemu tim evakuasi jam 20.00 WIB. Waktu lihat ada cahaya tim evakuasi semangat kita timbul, terus kita putuskan potong jalan, turun lewat jalan bekas air, sepeda kita seret.” kata Abdul.

Para mountain bikers itu mengungkapkan, kejadian ini adalah pengalaman tersesat paling menegangkan bagi mereka. Begitu juga Adi Prayogo yang merupakan mantan atlet kejuaraan nasional Downhill 2009-2016.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim dari pengelola Curug Bengkawah dan warga sekitar yang sangat sigap mencari kami, memberikan pertolongan.” tandasnya.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top