Sempat Tegang dengan PP, Ini Pesan Ketua PSHT Pemalang

Slamet Efendi, Ketua PSHT Cabang Kabupaten Pemalang.FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWAN CANDHEKI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Ketua Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) Pemalang, Slamet Efendi mengimbau kepada seluruh anggota dan pengurus se Kabupaten Pemalang untuk tidak terpancing ulah oknum-oknum yang ingin merusak nama baik PSHT dengan tindakan-tindakan kekerasan.

Penyataan ini muncul sebagai tanggapan atas kejadian pengrusakan sejumlah kantor sekertariat Pemuda Pancasila (PP) di wilayah Pemalang selatan, Rabu 8 September 2021 kemarin oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, yang diduga buntut dari konflik kedua Ormas di Kebumen.

“Tindakan seperti itu sudah menyalahi aturan ajaran budi luhur. PSHT saling menjaga ketenteraman, kerukunan, dan jika terjadi persoalan diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Dia pun menegaskan, oknum yang melakukan pengrusakan tersebut bukan dari PSHT versi Madiun yang dipimpinnya itu. Bahkan mempersilahkan para pelaku pengrusakan untuk diproses secara hukum.

“Kalau saya monggo, jika oknum-oknum yang terbukti melakukan tindakan pengrusakan itu diproses secara hukum. Karena ini mengancam stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pemalang. Supaya jangan sampai ke depannya terjadi lagi tindakan anarkis,” ungkapnya.

Slamet pun mengapresiasi tindakan cepat Kepolisian dalam upaya meredakan konflik tersebut agar tidak semakin meluas.

“Saya selaku ketua PSHT Pemalang selalu kordinasi dengan kepolisian, Kodim terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan. Sebisa mungkin jika terjadi permasalahan akan kami selesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Achirul Yahya mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut.

“Masih kita dalami, supaya persoalannya terang dulu,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketegangan yang melibatkan 2 organisasi masyarakat (Ormas) antara Pemuda Pancasila (PP) dan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) di Pemalang terjadi.

Peristiwa terjadi Rabu 8 September, pemicunya diduga aksi vandalisme dari oknum PSHT ke beberapa kantor sekertariat PP di wilayah Pemalang selatan.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor: Amin Nurrokhman

 

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini