Wagub Jateng: SGN Pemalang untuk Menangkal Radikalisme

FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menilai gerakan radikalisme di beberapa daerah diawali dari orang-orang yang merasa tidak diperhatikan.

“Orang-orang yang merasa sendirian ini kemudian dirangkul atas nama agama. Santri Gayeng Nusantara (SGN), ini karena didominasi oleh tokoh-tokoh pesantren, maka diharapkan bisa memberikan arahan dan mengingatkan pentingnya pemahaman agama,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2021 kemarin usai melantik pengurus SGN Kabupaten Pemalang di Pendopo Kantor Bupati Pemalang.

Dia menambahkan,dangkalnya pemahaman agama membuat orang-orang ini bisa melakukan apa saja demi agama termasuk mengorbankan nyawa.

“Bagaimanapun juga agama ini dibangun untuk menjaga nyawa. Masa sih? tugas kita menjaga nyawa kok sampai ada yang bunuh diri dan lain sebagainya,” ujarnya.

Taj Yasin menambahkan, Santri Gayeng Nusantara (SGN) berdiri sejak tahun 2008. SGN bergerak dalam bidang sosial, ekonomi masyarakat, menangkal potensi konflik terkait isu-isu agama, dan radikalisme di Jawa Tengah.

“Membangun toleransi, membuat ketenangan di kalangan umat. Kondisinya saat ini terkadang masyarakat dibuat bingung, harus ikut kiai mana, atau habib siapa, seolah-olah sesama ulama dibenturkan. Saat ini sedang diusahakan pembentukan kepengurusan di 35 kabupaten/kota di Jateng. Dan Pemalang salah satunya yang sudah dilantik,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen Zubair melantik kepengurusan Santri Gayeng Nusantara (SGN) Kabupaten Pemalang di Pendopo Kantor bupati, Rabu siang 9 Juni 2021.

Taj Yasin mengatakan, SGN adalah organisasi sosial yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh pondok pesantren di Jawa Tengah. Saat ini SGN fokus pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan ekonomi dan kesehatan di masa pandemi.

Penulis : Baktiawan Camdheki
Editor: Amin Nurrokhman

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan