Pemukiman Warga Pesantren Pemalang Terendam Rob, Sering Terjadi Sejak Ada Tambak Udang

Kondisi air rob yang merendam pemukiman warga Desa Pesantren, Ulujami, Pemalang. FOTO/PUSKAPIK/ISTIMEWA
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Pemukiman warga Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Selasa malam, 4 Mei 2021, terendam rob. Tak kurang 80 rumah dengan 600 jiwa terdampak banjir akibat air laut pasang ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir rob merendam RT 07 dan 08, RW 07, yang lokasinya di dekat tambak udang vaname milik PTPN IX.

“Malam ini udah sekitar sedengkul, sekitar 50 sentimeter, mulai dari magrib, surutnya bisa semalaman,” kata Kepala Desa Pesantren Nurohim saat dihubungi via telepon.

Menurutnya, banjir rob di wilayahnya kerap terjadi sejak pembangunan tambak udang vaname seluas 10 hektare di lahan PTPN IX. Dulunya, lahan milik PTPN IX itu merupakan perkebunan kelapa.

“Dulu kan resapannya ke PTP, jadi warga jarang sekali rob, rob sampai naik. Kalau dulu kan banyak rawa-rawa, parit-parit di sela-sela pohon kelapa. Sekarang dirapatkan (pagar) dibikin tambak, tinggi kan, di-bulldozer. Air rob ya lari ke warga, bukan ke PTP,” kata Nurohim.

Selama ini, kata Nurohim, warga masih tetap bertahan di rumah mereka setiap rob datang. Total ada sekitar 80 rumah warga dengan 600 jiwa yang terendam air rob pasca dibangunnya tambak udang vaname.

“Pertama ada konflik dengan warga, mereka menyedot air dari tanah, akhirnya air bersih (air tawar) ada 78 rumah kekeringan. Padahal waktu itu musim hujan, ini musim kering rob,” kata Nurohim.

Seperti diketahui, pembangunan tambak udang vaname itu merupakan MoU antara PTPN IX dengan Foss Group. Untuk permulaan, tambak dibangun seluas 10 hektare dan rencananya diperluas 250 hektare. Penandatanganan MoU disaksikan langsung oleh Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo pada 29 April 2021 lalu.

“Kalau 200 hektare itu terbangun, otomatis dampak lingkungannya luar biasa. Sawahnya itu paling enggak asin-asin, enggak bisa ditanami padi. Di situ ada sekitar 120 hektare sawah,” kata Nurohim.

Dikatakan, dalam pembangunan tambak udang vaname itu, tak ada perizinan atau komunikasi dengan Pemdes Pesantren. Pemdes hanya mendapat informasi, dan warga sekitar lokasi juga tak diajak berkomunikasi.

“Paling nanti saya akan mengadu ke Bappeda atau dinas terkait. Rencana juga ke Pak Bupati, nanti setelah Lebaran setelah situasi kondusif, terkait keluh kesah warga,” kata Nurohim.

Ia berharap, ada solusi bagi pemukiman warga yang terendam air rob itu.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan