Harga Kedelai Melambung Tinggi, Perajin Tempe di Pemalang ‘Terguncang’

Mujayanah (48) salah satu pengrajin tempe di RT 01 RW 13 Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang, tengah merebus kedelai bahan tempe, Rabu 6 Januari 2021.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Harga kedelai yang melambung tinggi di tengah pandemi, amat dirasakan pengrajin tempe di Kabupaten Pemalang. Mereka pun berupaya menyiasati kondisi ini, guna mempertahankan usaha dan memuaskan konsumennya.

Salah satunya Mujayanah (48), salah satu pengrajin tempe di RT 01 RW 13 Kelurahan Mulyoharjo, Pemalang. Mujayanah mengaku, usahanya mulai goyah sejak awal pandemi Covid-19, ditambah saat ini harga kedelai melonjak tinggi.

“Biasanya habisnya 40 kilogram per-hari, sekarang cuma 27 kilo, mau 30 aja berat banget, kayaknya enggak bisa. lah itu sih dari konsumennya enggak stabil, yang biasanya 12 potong, paling 2 potong,” ungkap Mujayanah, Rabu 6 Januari 2021.

Mujayanah menuturkan, saat ini harga kedelai mencapai Rp 920.000 per-kwintal. Kedelai bahan dasar tempe buatannya ini, Mujayanah beli dari distributor yang masih satu RW dengannya.

“Sebelum naik, per-kwintal sekitar 700.000, kalau harga normal, sebelum naik gini. Awal Desember (2020) kemarin udah mulai naik, tapi yang melonjak ini awal Januari,” terang Mujayanah.

Mujayanah mengatakan, meskipun mahal, stock kedelai di distributor sendiri selalu stabil. Mahalnya harga kedelai pun membuat Mujayanah dan para perajin tempe sekitar menyiasati kondisi ini.

“Kami enggak protes ke pemerintah, kalo di ni orangnya enggak gitu, kalau memang naik ya gapapa. Bagaimana kita menyiasatinya? kalau harga (kedelai) naik ya kita jual tempe juga naik, kalau harga tetap ya ukuran tempenya dikecilin,” kata Mujayanah.

Diungkapkan Mujayanah, proses pembuatan tempe sendiri memakan waktu hingga 4 hari. Konsumen Mujayanah mayoritas, adalah pedagang sayur keliling dan warung-warung di sekitar kelurahan Mulyoharjo.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor: Amin Nurrokhman

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini