Ketua KPPG DPD Golkar Pemalang Bantah Kadernya Membelot ke Agung-Mansur

0
Ketua KPPG DPD Golkar Pemalang, Nur Azizah, usai konsolidasi struktural Partai Golkar dalam pemenangan Agus-Eko pada Pilkada Pemalang 2020, Kamis 15 Oktober 2020.FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Baru-baru ini, 3 petinggi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Pemalang, mencabut dukungan kepada Cabup-Cawabup, Agus Sukoco-Eko Priyono, yang diusung partainya. Mereka juga mengajukan permohonan mundur dari kepengurusan partai berlambang beringin itu, dan menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 2, Agung-Mansur.

Isu tak sedap lainnya pun bermunculan. Ada kabar burung yang menyebut, kader Kesatuan Perempuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) di Pengurus Kecamatan (PK) Moga dan Banyumudal, mengikuti jejak ketiga petingginya yang berkhianat.

Kabar itu ditepis Ketua KPPG DPD Golkar Pemalang, Nur Azizah, dalam acara konsolidasi struktur partai Golkar dalam pemenangan Agus-Eko pada Pilkada Pemalang 2020. Acara itu digelar di Aula Kantor DPD Golkar Pemalang, Kamis 15 Oktober 2020.

“Dan sekaligus menyingkirkan statement bahwa KPPG terutama di daerah Moga dan Banyumudal itu sudah masuk ke 2 itu bohong, hoaks. Itu hanya move (pergerakan) yang disampaikan orang tak bertanggung jawab,” kata Nur Azizah.

Dalam klarifikasinya itu, Azizah menambahkan, pada intinya KPPG tetap solid mendukung apa yang menjadi keputusan DPD Golkar Pemalang, memenangkan Agus-Eko dalam Pilkada 2020.

Saat ditemui usai acara, Azizah menuturkan, kabar hoaks itu diterimanya di grup WhatsApp KPPG Pemalang, dua hari setelah beredar video pernyataan pembelotan dukungan ketiga petinggi DPD Golkar Pemalang. Ketiganya adalah Ketua Dewan Penasehat,Lechan Imam Jazuli, Anggota Dewan Penasehat,Hisyom Mashuri, Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu,Suripto.

“Saya sudah perintahkan tegas, kalau ada yang pindah ke nomor (paslon) lain, dengan kesadaran keluar dari grup partai ini. Alhamdulilah mereka tidak ada yang keluar,” tutur Nur Azizah.

Lebih lanjut, Ketua KPPG Pemalang itu juga menyayangkan adanya 3 petinggi DPD Golkar setempat yang membelot dukungan dan memohon pengunduran diri. Apalagi, ketiganya adalah tokoh-tokoh yang dibanggakan untuk panutan kader muda.

“Kalau misalnya beliau hanya mementingkan kepentingan sesaat itu, kami sangat kecewa dan kehilangan sosok figur beliau, yang sebetulnya banyak sekali ilmunya dan pengalaman beliau, yang seharusnya ditularkan untuk kami kader-kader generasi muda untuk ke depannya,” ungkap Nur Azizah.

Ia berharap 3 petinggi DPD Golkar Pemalang itu hanya khilaf. Namun demikian, baginya pembelotan dukungan itu tak akan membuat partai Golkar pincang dalam upaya memenangkan Agus Sukoco dan Eko Priyono dalam Pilkada 2020.

Penulis : Eriko Garda Demokrasi
Editor : Amin Nurrokhman

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini